Diriwayatkan Bilal bin Sa’ad yang didapatkan dari seseorang yang melihat Amir bin Abdillah At Tamimi di negeri Romawi yang dia memiliki bighal (bighal= perkawinan silang antara kuda dengan keledai, pen) yang dikendarainya secara bergiliran. Lalu dipakai juga untuk mengangkut para muhajirin secara bergantian.
Bilal bin Sa’ad berkata, “Ketika Amir bin Abdillah At Tamimi diutus dalam suatu ekspedisi militer, Amir bin Abdillah At Tamimi memperhatikan secara seksama tentang siapa yang akan menemaninya. Saat Amir bin Abdillah At Tamimi melihat suatu kelompok yang dia sukai, dia akan menetapkan bahwa dia akan melayani mereka, mengumandangkan adzan dan mencurahkan tenaganya untuk mereka”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 4/17.
Sungguh ini sangat luar biasa sekali. Sebuah kisah nyata tetapi seakan hanya sekedar kisah ilusi, padahal ini benar-benar pernah terjadi pada zaman keemasan dari kalangan para salafush shalih. Benar-benar kisah nyata!
Ya. Biasanya dari kebanyakan orang ketika dirinya digabungkan dengan kelompok lain yang dirinya sama sekali tidak mengenalinya satu persatu. Tentu dirinya akan merasa sombong lalu ingin menjadi orang yang terdepan. Atau malah sebaliknya, dia akan minder dan surut langkah.

Namun hal itu berbeda bagi Amir bin Abdillah At Tamimi. Sebagai seorang muslim plus militer muslim maka beliau langsung menunjukkan tentang bagaimana akhlak seorang militer muslim. ya, beliau sadar bahwa beliau benar-benar membawa misi; dua dakwah sekaligus.
Dakwah sebagai seorang muslim; sebagai seorang muslim tentu bagi beliau bahwa dakwah adalah suatu perintah Allah.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Qs. An Nahl 125.
Apalagi beliau hanya digabungkan dengan kaum muslimin, jelas beliau sangat senang sekali. Maka tidak heran bila bagi beliau sesama muslim adalah saudara.
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan rahmat. Qs. Al Hujuraat 10.
Maka sebagai seorang saudara (seiman) beliau sangat senang sekali ketika dipertemukan dalam tugas mulia, ekspansi kemiliteran. Oleh karenanya kesempatan ini tidak beliau sia-siakan. Yakni beliau menjadikan dirinya sebagai ‘pelayan’ bagi saudara-saudara muslim lainnya yang sedang dalam satu tugas.
Dakwah sebagai militer muslim.
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). Qs. Al Mukmin 14.
Dan ketika ada orang mukmin sedang beribadah kepada Allah lalu diganggu lalu sudah diingatkan tetapi tetap saja diulangi, maka cara berikutnya adalah amar makruf nahi mungkar. Yaitu dengan cara jihad.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
