Disebutkan Abdurrahman bin Ahmad, dari ayahnya (dia bercerita), bahwa ada seorang wanita yang datang ke Baqi, lalu berkata, “Sesungguhnya anakku sedang tertawan dan aku tidak memiliki pilihan. Seandainya engkau bisa menunjukkan siapa yang orang yang bisa menebusnya, tentu aku akan memberikan loyalitas dan kecintaan”.
Ayahnya Abdurrahman bin Ahmad berkata, “Ok. Pulanglah agar aku bisa menyelidiki penyebab perkaranya”.
Kemudian wanita itu menundukkan kepalanya sementara bibirnya komat kamit.
Setelah lama berlalu si wanita itu datang lagi dengan membawa anaknya lalu berkata, “Aku berada di tangan seorang raja, dan ketika aku sedang bekerja, tiba-tiba rantaiku terlepas”.
Ayahnya Abdurrahman bin Ahmad berkata, “Maka aku sebutkan hari dan jamnya. Yakni (waktu) yang sesuai dengan doanya seorang syaikh”.
Kata ayahnya Abdurrahman bin Ahmad, “Dia berteriak kepada petugas (dan juga) kepada kami, lalu masing-masing (petugas) pada bingung. Kemudian (petugas) memanggil tukang (pandai) besi lalu merantaiku. Ketika tukang besi itu selesai merantaiku, akupun berjalan namun rantainya terlepas. Mereka tercengang. Lalu mereka memanggil pendeta mereka”.
Lalu mereka bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang ibu?”.

Aku jawab, “Iya”.
Mereka berkata, “Doa (ibumu) benar-benar terkabul”.
Peristiwa ini diriwayatkan oleh Al Hafidh Hamzah As Sahmi, dari Abil Fatah Nashr bin Ahmad bin Abdul Malik. Dia berkata, “Aku mendengar Abdurrahman bin Ahmad, ayahku menceritakan ,,, dan dia menyebutkannya (kisah di atas). Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 13/290.
Sungguh benarlah apa yang dikatakan dalam pepatah bahasa Indonesia, “Kasih ibu sepanjang masa”. Namun begitu tentu semuanya ada imbal baliknya. Yakni tidak akan mungkin seorang ibu yang benar-benar rela mendatangi orang-orang –terutama yang memiliki koneksi- guna membebaskan anaknya yang sedang tertangkap menjadi tawanan. Hal itu menunjukkan bahwa si anakpun tentu dia adalah anak yang shalih terhadap ibu-bapaknya.
Terlebih sang ibu itu sampai-sampai meminta doa kepada seorang syaikh –yang tentunya juga ibunya sendiri pasti berdoa untuk keselamatan anaknya-.
Ya, ini adalah bukti betapa bakti seorang anak kepada ibunya akhirnya berbanding dengan kasih sayangnya seorang ibu.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
