Salaf Berbakti Kepada Ibu Bag.6

Dari Hisyam bin Hisan, dia bercerita bahwa Hudzail bin Hafshah biasa mengumpulkan kayu bakar pada musim panas, lalu mengupas (kulit)nya, kemudian mengambil ruasnya dan membelahnya.  

Hafshah berkata, “Ketika musim dingin tiba, dia akan membawa tungku lalu meletakkannya di belakangku saat aku sedang berada di tempat shalatku kemudian dia akan duduk dan membakarnya kayu bakar yang kulitnya sudah dikupas. Yang asapnya tidak akan menggangguku dan justru akan membuatku tetap terasa hangat. Masya Allah kami bisa nyaman tinggal (meski) seperti itu”. 

Hudzail bin Hafshah berkata, “Dia memiliki apa saja yang dikehendakinya”. 

Hafshah berkata, “Mungkin aku ingin pergi”. 

Maka aku katakan, “Wahai anakku, pulanglah ke keluargamu lalu inventarisirlah apa saja keperluannya kemudian penuhilah”. 

Hafshah (binti Sirrin) berkata, “Ketika dia meninggal Allah memberikannya rezeki berupa kesabaran yang luar biasa kepadanya, hanya saja aku menemukan suatu penyakit yang dia derita yang tak kunjung sembuh”. 

Hudzail bin Hafshah berkata, “Saat aku sedang membaca surat An Nahl 95-96; 

berbakti kepada ibu

Janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harta yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Qs. An Nahl 95-96. 

Hafshah berkata, “Maka aku kembalikan semua urusannya (kepada Allah), maka pergilah dia kepada Allah sebagaimana yang aku temukan”. 

Hisyam berkata, “Dia memiliki unta betina”. 

Hafshah berkata, “Dia biasa mengirimiku minuman di pagi hari”.  

Aku katakan kepadanya, “Wahai anakku, bukankah engkau tahu bahwa aku tidak suka meminumnya, sedangkan aku sedang berpuasa?”. 

Dia berkata, “Wahai Ummu Hudzail, sesungguhnya susu yang paling bagus adalah susu yang terdapat pada unta. Maka berikanlah kepada siapa saja yang engkau mau”. Terdapat pada kita Shiffatush Shafwah 4/25. 

Subhaanallah! Kisah nyata dari seorang anak yang berbakti kepada ibunya. Meski dirinya kekurangan tetapi dia tetap menyempatkan diri untuk selalu memberi kepada ibunya. 

Sungguh suatu teladan yang perlu diteladani. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button