Salaf dan Fitnah Wanita Bag.10c

Kesepuluh; memberikan penjelasan yang sesuai dengan kondisi dan keadaan. Yaitu seakan engkau sedang menunggangi kuda dengan pelana baru, sehingga harus menyesuaikan ‘rasa’ pelana baru tersebut. Lalu kuda itu masuk ke jalan yang sempit dan tidak bisa dilalui. Jika dipaksa maka mungkin bisa masuk tetapi tidak bisa keluar.

Jika memang memaksa masuk namun tidak memungkinkan maka jangan masuk. Namun jika sudah terlanjur masuk satu atau dua langkah maka sebaiknya engkau turun lalu ke belakang dan tarik ekornya kuda sebelum kudanya masuk terlalu dalam/jauh. Dan bila engkau ingin mundur (sebelum masuk) maka tentu urusannya akan semakin mudah. Jika ditunda sampai kudanya masuk dan dikendarai ke dalam lalu ditarik ekornya, tentu akan sulit.

(Pertanyaannya) Mungkinkah orang yang berakal mengatakan bahwa cara untuk membebaskan nya adalah dengan mengusirnya ke dalam?

jangan berduaan dengan yang bukan mahram

Demikian pula pendapatnya; apabila sudah ada ‘bekas’ dalam hati. Apabila segera mengambil sebuah keputusan untuk mengobatinya sejak awal maka akan mudahlah segala urusan. Tetapi jika pandangan (kepada wanita) selalu diulang-ulang dan malah selalu dieksplor gambarnya ke dalam hati yang kosong serta mengukirnya di sana, maka akan muncullah rasa cinta. 

Dan bila hal ini terus berlanjut, maka ibarat seperti air yang selalu menyirami pepohonan. Pepohonan itu pasti akan tumbuh hingga hati menjadi rusak. Lalu akan berpalinglah pikirannya dari perintah Allah. Yang akhirnya akan menjerumuskan pelakunya pada kehancuran. 

Maka hal yang harus dilakukan (karena sudah terlanjur) dia harus berani meninggalkan semua yang dilarang (agama) dan (menjauh) dari fitnah. (bila tidak) maka hati akan terlempar pada kerusakan. Dan ini adalah awal penyebab memandang yang berulang-ulang. Seperti memakan makanan yang sangat lezat, saat gigi sudah mulai menggigit makanan, maka rasanya seperti malas berhenti.

Namun seandainya langsung menundukkan pandangan sejak awal untuk menyehatkan hati, maka inilah yang sesuai dengan harapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sabda beliau:

النَّـظْـرَةُ سَـهْـمٌ مَسْـمُوْمٌ مِنْ سِـهَـامِ إِبْـلِيْـسٍ. مَنْ تَـرَكَ خَوْفًـا مِنَ اللهِ آتَـاهُ اللهُ إِيْـمَـانًـا يَـجِدُ حَلَاوَتَـهُ فِى قَـلْـبِـهِ.

“Pandangan itu adalah panah beracun di antara panah iblis. Siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberikan (rasa) manisnya iman dalam hatinya”. Riwayat Hakim dalam Al Mustadrak 4/314.

Karena anak panah tersebut kemungkinan besar akan menembus hati dan akan menimbulkan racun yang setan berikan kepada orang yang diracuni untuk meminumnya. Dan jika dia menyadarinya dia akan mengeluarkannya. Tetapi jika tidak, maka dia akan membunuhnya. Terdapat pada kitab Raudhatul Muhibbiin, hal. 92.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button