Salaf dan Fitnah Wanita Bag.10b

Bismillah, jawaban dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut;

Maka jawabannya: Alhamdulillah. Ini tidak boleh, setidaknya ada sepuluh alasan;

Pertama; Bahwa Allah Ta’ala memerintahkan manusia agar selalu menjaga (menundukkan) pandangan, dan hati itu tidak akan bisa sehat bila telah melakukan sesuatu yang telah diharamkan.

Kedua; Bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam pernah ditanya tentang seseorang yang secara tidak sengaja melihat, dan hal itu diketahui akan sampai juga ke dalam hati. Maka beliau shalallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan agar mengobatinya dengan mengalihkan pandangan pada lain tempat bukan justru diulang-ulang.

Ketiga; bahwa di sana (hadits) telah disebutkan bahwa pandangan yang pertama adalah miliknya (nikmat) tetapi untuk yang kedua bukan untuknya (dilarang), dan itu berarti bahwa akan menjadi penyakit bila dirinya meneruskan pandangannya.

Keempat; bahwa secara dhahir pandangan yang paling  kuat (untuk mengingat) itu ada pada pandangan kedua, dan akan semakin dalam rekamannya (dalam otak/benak).  Makanya hanya diperbolehkan saat memandang yang pertama dan dilarang unutk mengulangi (kedua kalinya).

menundukan pandangan

Kelima; seandainya dia melihat dengan pandangan yang sangat melekat maka akan ditambahlah siksaannya untuk melihat lebih dalam lagi.

Keenam; bahwa iblis telah memiliki jaring-jaring (untuk menggoda) pada pandangan kedua, sehingga musibah (maksiat)nya akan semakin dituntaskan.

Ketujuh; dia sudah mulai sulit untuk ditolong ketika musibah telah berjalan sementara dia telah menjauh dari syariat. Dia justru memilih sesuatu yang diharamkan, padahal sebenarnya dia bisa (sanggup) bila mau menghindari pandangannya.

Kedelapan; pandangan pertama adalah  anak panah beracun dari anak panah iblis, dan pandangan kedua justru lebih beracun. Lalu bagaimanakah caranya agar dia disembuhkan dari racun tersebut?

Kesembilan; bahwa posisi si penanya ini berada pada posisi sedang berhadapan dengan sebuah Al Haq dari Allah Azza wa Jalla; yakni meninggalkan kesenangan. Yaitu dia ingin memandang dengan pandangan kedua kalinya, untuk lebih memperjelas si wanita yang dipandangnya. Jika tidak berkenan maka dia akan meninggalkannya. Jadi dia tidak memandang untuk kdua kalinya itu karena unsur tidak sesuai dengan harapannya, jadi bukan karena Allah Ta’ala. Lalu bagaimana Allah dalam memperlakukan orang seperti ini?

Insya Allah berlanjut pada edisi berikutnya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button