Salaf dan Fitnah Wanita Bag.5

Dari Abdullah bin Ahmad bin Hambal, kami mendapatkan kabar dari Ibrahim bin Hasan Al Bahili, kami mendapatkan kabar dari Hamad bin Zaid, dia berkata, ‘Yunus bin Ubaid berkata: 

ثَـلَاثَـةٌ احْفًـظُوهُنَّ عَـنِّي: لَا يَـدْخُـلُ أَحَدُكُـمْ عَـلَى سُـلْطَانٍ يَـقْـرَأُ عَـلَيْهِ الْقُـرْآنُ، وَلَا يَـخْـلُوَنَّ أَحَـدُكُـمْ مَعَ امْـرَأَةٍ يَـقْـرَأُ عَـلَيْـهَـا الْقُـرْآنُ، وَلَا يُـمَـكِّـنَ أَحَـدُكُـمْ سَـمْـعَهُ مِنْ أَصْـحَـابِ الْأَهْـوَاءِ.

“Tiga perkara yang kalian harus selalu ingat/jaga secara sungguh-sungguh; janganlah dari kalian menghadap penguasa meskipun dia selalu membaca Al Qur’an, janganlah kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan wanita (yang bukan mahramnya) meskipun di tempat itu sedang (bahkan sering) dibacakan Al Qur’an, dan janganlah biarkan diri kalian mendengarkan ucapan-ucapan para pengekor hawa nafsu”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 6/293.

Subhaanallah! Padahal Yunus bin ‘Ubaid ini adalah seorang tabi’in tetapi bila nasehatnya seakan beliau sedang hidup hari ini. Ya, nasehatnya itu sangat up to date sekali. Bahkan dalam nasehatnya itu beliau amat sangat menekankan sekali. Sehingga dalam kalimatnya beliau mengatakan agar selalu menjaga secara sungguh-sungguh.

jangan berduaan dengan yang bukan mahram

Kembali lagi bahwa ini adalah masalah hati. Dan bila berbicara masalah hati maka itu artinya bahwa ini berbicara masalah kejujuran. Bila hati sudah jujur maka nasehat ini pasti akan mengena;

1. Jangan mendekati penguasa meskipun di dalamnya ada bacaan Al Qur’an.

Ini bukan berarti beliau mengajak agar anti penguasa melainkan agar diri ini selalu terjaga dari pengaruh penguasa sehingga netralitasnya hilang. Sehingga tidak sedikit dari kaum muslimin yang ketika ada suatu masalah, dia akan berpihak kepada penguasa tanpa melakukan klarifikasi (tabayun) terlebih dahulu. Padahal semestinya hal itu harus dilakukan terlebih dahulu. Adapun  untuk menjaga netralitas itu (ketika terjadi perselisihan; harus meyakini bahwa penguasa pun manusia) maka bisa saja penguasa salah atau bisa juga benar.

2. Janganlah berkhalwat dengan wanita ajnabi (yang bukan mahramnya), meskipundi tempat khalwat itu dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Mungkin masih teringat dengan plesetan CBSA (Cinta Bersemi Saat Aksi)? Ya, begitulah yang terjadi. Yakni meskipun forum yang diadakan itu forum dakwah lalu diperdengarkan ayat-ayat Al Qur’an, tapi tetap saja harus waspada dan hati-hati. Apalagi di era digital hari ini. Bukankah sudah terbukti bahwa ada ‘perselingkuhan’ via sosmed yang diawali dari sok saling nasehat menasehati. Kemudian lama kelamaan terjadilah rencana temu darat. Dan ketika bertemu, ternyata mereka adalah menantu dan mertua. Padahal dalam chatingannya mereka sudah sama-sama menyatakan cinta. Ada juga juga yang –na’udzubillah- seorang laki-laki yang kepengen zina via sosmed. Lalu setelah transaksi dan disepakati bertemu di suatu tempat, ternyata keponakan dan bibinya.

3. Janganlah mendengarkan ucapan-ucapan para pengekor hawa nafsu.

Seharusnya diri ini peka ketika ada orang yang melontarkan ucapan-ucapan yang tidak bermakna. Sebab hal itu jelas kebanyakan adalah dari geng para pengumbar nafsu.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button