Salaf dan Fitnah Kekuasaan/Penguasa Bag.8

Hasan bin Rabi’ berkata, ‘Ketika Abdullah bin Mubarak sakit keras saat bepergian, dia berkata, “Saya ingin tangkai segar”.

Kami tidak menemukannya kecuali milik seorang pria yang bekerja untuk penguasa (Sultan), sedangkan saat itu dia bersama kami. 

Maka tatkala disampaikan hal itu kepada Abdullah bin Mubarak, tahu-tahu pria yang bekerja untuk penguasa (sultan) itu berkata, “Tinggalkan dia (maksudnya, tidak perlu, pen). Dan biarkan saja dia meninggal (karena) tidak sempat meminumnya”.Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 8/411.

Allahu Akbar! Sungguh ini perkaranya bukan masalah halal dan haram. Melainkan karena begitu wara’nya Abdullah bin Mubarak ini. Dan sungguh ini bukan suatu kesombongan. Beliau –dan kebanyakan para ulama salafush shalih- sangat menjaga terhadap para penguasa. Juga bukan berarti bahwa semua yang berasal dari penguasa itu haram. Tetapi begitulah sikap mereka. Ya, ingin tubuhnya bersih dari ‘pemberian’ para penguasa.

abdullah bin mubarok

Jangankan itu, masalah halal haram apalagi.

Pernah suatu ketika Abdullah bin Mubarak ketika berjalan-jalan di Irak, beliau melihat ada seorang perempuan yang sedang mencabuti bulu ayam. Lalu Abdullah bin Mubarak bertanya kepada perempuan itu, itu ayam halal apa haram?

Ternyata dengan entengnya si perempuan itu menjawab bahwa ayam yang sedang dicabuti bulunya itu bangkai.

Begitu mendengar jawabannya Abdullah bin Mubarak langsung meninggalnya dan tidak pernah lagi lewat di jalan itu. 

Namun suatu ketika Abdullah bin Mubarak dengan tidak sengaja bertemu dengan perempuan itu di tempat lain, lalu perempuan berkata bahwa dirinya sudah beberapa hari tidak mendapatkan makanan. Makanya perempuan itu mengambil bangkai ayam lalu dicabuti bulunya dan dimasak untuk diberikan kepada anak-anaknya.

Begitu mendengar penuturan perempuan itu Abdullah bin Mubarak yang rencananya hendak berangkat ibadah haji, beliau urung niatnya. Dan langsung menuju ke rumah perempuan itu lalu memanggilnya.

Begitu perempuan itu keluar Abdullah bin Mubarak berkata kepada perempuan itu bahwa keledai dan semua barang yang ada di atasnya menjadi miliknya.

Setelah berkata seperti itu Abdullah bin Mubarak langsung meninggalkan perempuan itu. 

Jadi begitulah potret para ulama salaf. Mereka sangat wara’ dan sangat perhatian terhadap umat.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button