Salaf dan Fitnah Kekuasaan/Penguasa Bag.4

Dari Ma’mar bin Sulaiman, dari Furaat bin Saa-ib, dari Maimun bin Mihran, berkata, “Ada tiga hal yang tidak boleh kamu uji pada dirimu sendiri;

1. Janganlah engkau mendekati penguasa. Meskipun engkau mengatakan; ‘Aku perintahkan dia agar taat kepada Allah’.

2. Janganlah engkau menyerah pada pendengaranmu terhadap hawa nafsu. Karena dari situ engkau tidak mengetahui apa yang melekat pada hatimu.

3. Janganlah engkau masuk (ke wilayah) wanita, meskipun engkau mengatakan; ‘Ajari dia Kitab Allah”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 5/77.

Harta, tahta dan wanita; mungkin inilah yang sering didengar di kalangan masyarakat. meskipun jika melihat dari riwayat di atas, namun ternyata menurut perkataannya Maimun bin Mihran, tahta justru yang di awal dan harta yang kedua sedangkan yang ketiganya sama dengan pameo yang sering didengar di tengah masyarakat.

harta tahta wanita

Tetapi pada prinsipnya bahwa Maimun bin Mihran berwasiat agar umat Islam setelahnya tidak bermain api dengan ketiga hal di atas. Sebab pada dasarnya ketiga hal di atas adalah ibarat buaya.

Pernah melihat buaya bukan?

Ya, sepintas buaya itu seakan seperti patung. Bila dia diam mematung maka jangan coba-coba mendekatinya. Misal, ada buaya yang dia diam lama sekali dengan keadaan mulut terbuka. Tetapi ingat, begitu ada yang mendekat maka mulut buaya yang tadinya terlihat terbuka maka saat itu secepat kilat mulutnya langsung tertutup. 

Ya, mulutnya langsung tertutup. 

Itu artinya bahwa makhluk (entah manusia atau binatang) yang mendekat ke mulutnya pasti akan masuk perangkapnya berupa mulutnya yang lama terbuka itu.

Nah hal itu tidak jauh berbeda dengan penguasa. Seakan mereka (penguasa) itu memang memberi pengharapan, tetapi di balik itu mereka memiliki ‘perangkap’ yang susah dilepaskan kecuali orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah Ta’ala. 

Lho, kok bisa?

Bukankah dahulu ada Bal’am dan Qarun? Yakni keduanya dahulunya adalah orang-orang shalih di zaman nabi Musa ‘alaihi salam. Namun ketika mereka mendekat pada penguasa (Fir’aun), maka semuanya berubah, terutama keimanannya. Bahkan Qarun sendiri beranggapan bahwa semua hartanya itu didapatkannya dari hasil kerja kerasnya. Wow,,,. 

Qarun berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Qs. Al Qashshash 78.

Maka berhati-hatilah terhadap fitnah penguasa, sebab dia akan mampu menggelincirkan siapa saja yang mendekatinya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button