Salaf dan Fitnah di Tengah Kaum Muslimin Bag.10

Abu ‘Uqail Basyir bin Uqbah bertanya, ‘Aku berkata kepada Yazid bin Syakhir, “Apa yang akan dilakukan Mutharrif jika orang-orang semakin gelisah?”.

Yazid bin Syakhir menjawab, “Beliau akan berdiam diri di dalam rumahnya, dan tidak mengerjakan shalat Jum’at bersama mereka (orang-orang yang semakin gelisah tersebut, pen) atau tidak shalat berjamah (bersama mereka) hingga urusan mereka selesai”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 4/191.

Inilah yang dilakukan para salafush shalih dalam mensikapi adanya fitnah internal di kalangan kaum muslimin ketika dirinya memang merasa tidak sanggup untuk mendamaikan. Mereka tidak mau mencela atau ikut terlibat dalam konflik sesama kaum muslimin. 

Lalu kenapa mereka tidak mau berjamaah dengan mereka?

Pada dasarnya mereka tetap saja melakukan shalat berjamaah. Tetapi mereka tidak mau shalat berjamaah bersama kaum muslimin yang sedang dilanda konflik. Ini tujuannya agar mereka tidak terbawa dalam pusaran konfliknya kum muslimin. 

perselisihan umat islam

Bagaimana mungkin tidak bisa terbawa/terseret mengikuti salah satu dari kedua kubu yang sedang berseteru, sementara dirinya selalu shalat berjamaah di masjid itu. Tentu sebelum atau sesudah shalat, sesama mereka yang satu kubu tentunya –baik disadari atau tidak- mereka pasti akan ngobrol ke sana kemari. Yang tentunya –entah sedikit ataupun banyak- akan membicarakan konflik yang sedang terjadi bukan?

Nah, bila hal ini secara terus menerus dirinya mendengar, maka ditakutkan dirinya akan terbawa untuk bergabung bersama kubu yang masjidnya dikuasai oleh kubu yang berseteru.

Oleh karenanya Mutharrif lebih memilih shalat jamaahnya tidak di masjid yang jamaahnya dikuasai oleh kubu tertentu. Beliau justru memilih masjid yang di sana benar-benar netral, tidak ada kaum muslimin yang berseteru. 

Sebab yang namanya berseteru, tentu dalam setiap pembicaraannya akan selalu memuji-muji kelompoknya dan selalu mencari-cari celah keburukan kelompok lawannya. 

Padahal jika sudah seperti ini, tentu yang ada hanyalah prasangka buruk bukan?

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, seungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Qs. Al Hujuraat 12. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button