Salaf dan Fitnah di Tengah Kaum Muslimin Bag.8

Dalam kitab Biografinya Mu’awiyah bin Abi Sofyan radliyallahu ‘anhuma, imam Adz Dzahabi berkata, “(Sungguh) di belakang Mu’awiyah banyak orang yang mencintai; mengkultuskan dan memprioritaskannya daripada sahabat lainnya. hal ini disebabkan sejumlah alasan; yaitu Mu’awiyah telah memikat hati mereka dengan kedermawanan, kesantunan dan kelembutan. Selain itu mereka terlahir di negeri Syam dalam kondisi mencintai Mu’awiyah. 

Demikian pula dengan anak-anak mereka, telah terdidik untuk mencintai beliau. Di antara mereka terdapat beberapa sahabat serta sejumlah tabi’in dan beberapa tokoh. Bersama Mu’awiyah, mereka memerangi penduduk Irak dan berkembang menjadi Nashibi. Kami berlindung kepada Allah dari hawa nafsu. 

Demikian pula pasukan dan rakyat Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu, tumbuh dan berkembang untuk mencintai beliau, kecualil Khawarij yang berada di antara mereka. Mereka berjuang bersama Ali; memusuhi dan berlepas diri dari setiap orang yang membencinya; dan tidak sedikit di antara mereka yang mengkultuskan Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu, sehingga terjerumus dalam faham syi’ah. 

perjuangan islam

Demi Allah! Bagaimana kiranya kondisi seseorang yang terlahir di suatu daerah dan melihat sikap yang berlebihan dalam mencintai dan membenci? Apakah dia bisa bersikap adil dan obyektif terhadap pihak lainnya?

Maka kami bersyukur kepada Allah atas keselamatan yan diberikan, karena telah menghidupkan kami di saat kebenaran di antara kedua kubu tersebut telah nyata dan terklarifikasi. Kamipun mengetahui pijakan dari kedua kubu tersebut. Kami pun menilai, memberikan pemaafan, memohonkan ampunan dan mencintai kedua kubu secara obyektif. Kami memohon agar para pemberontak memperoleh rahmat, karena perbuatan mereka didorong oleh interpretasi yang beralasan atau kesalahan yang insya Allah diampuni. 

Ucapan kami sebagaimana yang telah diajarkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

رَبَّـنَـا اغْـفِـرْلَـنَـاوَلِإِخْـوَانِـنَـا الَّـذِيْـنَ سَـبَقُـوْنَـا بِـالْإِيْـمَـانِ وَلَا تَـجْـعَـلْ فِى قُـلُوْبِـنَـا غِـلًّا لِّـلَّـذِيْـنَ آمَنُـوْا رَبَّـنَـا إِنَّـكَ رَءُوْفٌ رَّحِـيْـمٌ.

Wahai Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau memberikan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rasbb kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. Qs. Al Hasyr 10.

Kamipun mendoakan agar keridhaan Allah Ta’ala tercurah kepada para sahabat yang mengasingkan diri dan tidak memihak ke salah satu kubu. Di antara mereka adalah; Sa’ad bin Abi Qaqqash, Abdullah bin Umar, Muhammad bin Maslamah, Said bin Zaid dan masih banyak lagi. kamipun berlepas diri dari sekte Khawarij yang menyimpnag dari ajaran agama, yang memerangi kubu Ali bin Abi Thalib dan mengkafirkan kedua kubu tersebut. Adapun Khawarij sendiri adalah anjingnya neraka. Mereka telah melepaskan agama. Namun kami tidak meyakini bagi mereka akan kekal di neraka, sebagaimana kami meyakini para penyembah berhala dan salib yang kekal di neraka”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/128.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button