Dari Abdullah bin Mubarak, dari Sarri bin Yahya, kami mendapatkan cerita dari ‘Alaa’ bin Hilal, bahwa ada seseorang yang berkata kepada Shillah, “Wahai Abu Shahbaa’! aku bermimpi mendapatkan syahadah (mati syahid) sedangkan engkau mendapatkan dua kali syahid”.
Abu Shahbaa’ berkata, “Kalau begitu engkau akan syahid, demikian juga diriku dan anakku”.
Maka pada saat terjadi perang bersama Yazid bin Ziyad, di mana orang-orang Turki menyerang mereka di Sijistan dan mereka kalah di sana.
Shillah berkata, “Wahai anakku! Pulanglah menemui ibumu”.
Anak itu menjawab, “Ayah, apakah ayah menginginkan kebaikan buat ayah saja dan menyuruhku pulang?”.
Shillah berkata, “Kalau begitu, majulah!”.
Akhirnya anaknya pun maju dan berperang hingga terkena serangan musuh, lalu Shillah memanah musuh agar mereka menjauhi jasad anaknya dan berdoa, lalu dia berperang juga hingga terbunuh. Semoga Allah merahmatinya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/499.

Berapa banyak orang yang apabila mengkabarkan bahwa dirinya akan mati maka dia akan mencegah untuk melanjutkan pembicaraannya. Alasannya tiada lain karena sebenarnya dirinya takut akan tertimpa kematian. Padahal justru mati itu cepat atau lambat, bila sudah sampai pada waktunya, maka pasti akan tiba juga.
Nah ini berbeda jauh dengan para salafush shalih ini. Ketika ada seseorang yang mengkabarkan bahwa dirinya akan syahid maka ini dianggapnya sebagai kabar gembira yang perlu disyukuri. Terlebih kabar itu didapatkannya saat mereka memang sedang berada di medan jihad. Tentu ini bukan suatu bualan belaka melainkan suatu pertanda bahwa syahadah (mati syahid) akan didapatkannya.
Apalagi jika medan tempurnya memang amat sangat dahsyat. Musuhnya sangat luar biasa tangguhnya. Ini bukan menjadikannya takut melainkan mereka (para mujahidin) justru semakin meyakini akan firman Allah.
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan rasul-Nya. dan demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. Qs. Al Ahzaab 22.
Dan bila melihat riwayat di atas betapa anaknya pun sangat merindukan kesyahidan. Sebab ayahnya menyuruhnya pulang agar dia mengurusi ibunya, justru sang anak mengatakan bahwa apakah kebaikannya itu akan ‘diborong’ oleh ayahnya saja?
Subhaanallah! Maka benarlah yang telah Allah firmankan;
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya). Qs. Al Ahzaab 23.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
