Dari Abdullah bin Qais, Abu Umayyah Al Ghifari, dia berkata, ‘Suatu hari kami berada dalam suatu peperangan, tiba-tiba musuh datang, kemudian disampaikanlah hal ini kepada semua pasukan. Maka segera mengatur barisan.
Ternyata di hadapanku ada seorang laki-laki yang kepala kudaku berada di belakang ekor kudanya. Kemudian dia berkata kepada dirinya sendiri secara dengan suara pelan.
Katanya, “Wahai jiwa! Bukankah aku telah hadir dalam perang ini dan itu?”.
Dia menambahkan lagi, “Ingatlah keluargamu dan anak-anakmu telah mematuhimu hingga aku kembali pulang? Bukankah aku telah hadir dalam peperangan ini dan itu?”.
Dia ulang kembali perkataannya, “Ingatlah istrimu dan keluargamu! Lalu kuikuti dan aku kembali pulang? Demi Allah! Hari ini kamu harus mempersembahkan jiwamu kepada Allah, baik Dia mengambil nyawamu ataupun tidak”.

Abu Umayyah berkata, “Aku akan memperhatikan orang ini mulai sekarang. Maka aku lihat saat orang-orang menyerang musuh, dia berada di bagian barisan paling depan, sedangkan musuh juga sedang menyerang. Barisan kaum muslimin pun terdesak sedangkan dia sebagai pembela mereka. Lalu pasukan kembali menyerang musuh dan dia tetap berada di barisan depan mereka. Kemudian musuh menyerang pula sehingga barisan terdesak namun dia menjadi benteng mereka. Dia terus seperti itu keadaannya sampai aku lihat dirinya telah terbunuh. Kemudian aku hitung tikaman yang mengenainya dirinya dan hewan kendaraannya ternyata lebih dari enam puluh tikaman”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 4/421.
Allahu Akbar! Inilah salah satu potret seorang mujahid. Yakni ketika musuh sudah datang lalu muncul rasa gentar atau sesuatu yang membuat nyalinya surut, maka dia pasti akan menghiburnya dengan hiburan-hiburan yang menyenangkan. Terutama tentang niat dan peruntukannya. Yakni diniatkan diperuntukkan hanya kepada Allah saja. Sebab hal itu manusiawi. Makanya sekelas mujahid yang biasa berperang saja terkadang muncul rasa ini, namun mereka bisa langsung mengatasinya karena memang mereka berperang diniatkan hanya untuk Allah semata.
Dan bila hal itu terjadi, sesungguhnya Allah sendiri juga mengatakan bahwa pada prinsipnya musuh-musuh Allah sendiri juga mempunyai rasa seperti itu.
وَلَا تَـهِـنُوْا فِى ابْـتِـغَـآءِ الْقِوْمِ، إِن تَـكُـوْنُـوْا تَـأْلَـمُوْنَ فَـإِنَّـهُـمْ يَـأْلَـمُوْنَ كَـمَـا تَـأْلَـمُوْن، وَتَـرْجُوْنَ مِ،َ اللهِ مَالَا يَـرْجُـوْنَ، وَكَانَ اللهَ عَـلِيْـمـًا حَكِيْـمًـا.
Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Qs. An Nisaa’ 104.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
