Belakangan banyak orang yang suka ‘menjual’ karomah disebabkan banyaknya manusia yang ‘mencari’ karomah. Sebab –menurut keyakinan dari orang-orang yang suka membeli karomah- karomah itu bisa membuat pemilik (karomah) itu bisa menjadi orang yang kuat dan berwibawa.
Pertanyaannya; benarkah karomah itu bisa diperjual belikan?
Berikut ini setidaknya bisa menjawab syubhat tersebut;
Dari Khalid bin Abdillah, dari Muhammad bin Amru, dari ayahnya, dari kakeknya, kakeknya berkata, Amru bin Ash berkata, “Pasukan muslim keluar (untuk berperang) dan aku adalah komandannya mereka. Hingga sampai di Iskandariyah.
Kemudian pembesar musuh berkata, “Datangkanlah utusan dari kalian untuk menghadapku yang bisa berbicara denganku dan saya bisa berbicara dengannya”.
Amru bin Ash radliyallahu ‘anhu berkata, “Tidak ada seorangpun yang pergi menemui pimpinan musuh kecuali saya sendiri”.

Maka saya keluar bersama seorang penterjemah sedangkan dia membawa dua penterjemah. Lalu kita disediakan dua podium.
Si pembesar itu mengajukan pertanyaan, “Siapakah kalian sebenarnya?”.
Amru bin Ash radliyallahu ‘anhu menjawab, “Kami adalah orang-orang Arab, dari kaum yang seperti pohon yang berduri dan seperti ikan hiu. Kami ahlul Kiblat (baitullah). Kami adalah kaum yang paling miskin dalam hal tanah dan paling rakus dalam penghidupan kami. Kami biasa memakan daging dan darah, dan kami biasa saling serang di antara kami.
Hingga muncullah seorang manusia di antara kami yang bukan orang yang paling terhormat di antara kami pada waktu itu, dan juga bukan dari orang yang paling kaya di antara kami. Dia berkata, “Aku utusan Allah (Rasulullah) untuk kalian. Dia menyuruh kami untuk melakukan apa yang tidak kami ketahui dan melarang kami melakukan apa yang biasa kami lakukan dan dilakukan oleh nenek moyang kami. Maka kamipun memusuhinya dan mendustakannya serta mengusirnya. Hingga ada kaum yang bukan dari kami yang keluar membantunya”.
Mereka berkata, “Kami mempercayaimu dan akan memerangi siapapun yang memerangimu”.
Hingga kami pun keluar menghadapi mereka dan merekapun keluar menghadapi kami. Lalu kami berperang (melawan mereka). Dia mengalahkan kami dan dia memerangi (kaum) lainnya dari bangsa Arab, dan bangsa-bangsa Arab bisa dikalahkan. Jika engkau tahu bahwa di luar bangsa-bangsa Arab ada kehidupan seperti engkau ini tentulah tiada lain dia akan mendatangimu”.
Maka pembesar Iskandariyah itu tertawa, lalu dia berkata, “Sesungguhnya Rasul kalian itu telah benar. Sebab dahulu telah banyak rasul-rasul yang datang kepada kami ya seperti itu dan kamipun bersikap seperti itu sampai bermunculanlah raja-raja di antara kami. Para raja itu memperlakukan kami dengan hawa nafsunya mereka dan mereka meninggalkan ajaran-ajaran para nabi. jika kalian mengikuti perintah nabi kalian , maka tidak ada seorangpun yang akan memerangi kalian kecuali mereka akan dikalahkan. Dan jika kalian melakukan hal yang sama seperti yang telah kami lakukan, (yakni) kalian meninggalkan ajaran-ajaran nabi kalian, maka jumlah kalian tidak akan lebih besar dari kami dan juga kekuatan kalian tidak akan bisa melebihi kami”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/70-71.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
