Salaf dan Jihad Bag.10b

Ujian dalam jihad ternyata tidak melulu pada penyiksaan, beratnya pertempuran, banyaknya musuh, sedikitnya kawan, minimnya peralatan tempur dan lain sebagainya. Namun ternyata ujian jihad yang paling berat adalah justru ketika musuh memberikan penawaran penawaran duniawi kepadanya!

Dan sejarah telah memberikan contoh tentang ujian-ujian tersebut. Meski begitu ternyata ada mujahid yang justru tersungkur jatuh karena ujian tersebut, namun juga ada mujahid yang justru semakin gemilang dengan ujian yang berat ini. Salah satunya ya Abdullah bin Hudzafah radliyallahu ‘anhu yang sedang dibahas ini.

Berikut kelanjutan kisahnya;

Raja kemudian memerintahkan prajuritnya untuk merebus air di periuk raksasa hingga mendidih dan memanggil dua tawanan dari tentara muslim lainnya. Lalu salah satu dari keduanya dilemparkan ke dalam periuk raksasa.

Setelah melempar tawanan dari prajurit Islam itu, sang rja menawarkan kepada Abdullah bin Hudzafah lagi untuk masuk agama Nasrani. Namun Abdullah bin Hudzafah tetap menolak tawaran tersebut. Kemudian Abdullah bin Hudzafah menangis.

Karena tangisan inilah ada seseorang yang menyampaikan kepada raja bahwa Abdullah bin Hudzafah menangis. Maka sang raja pun mengira bahwa Abdullah bin Hudzafah telah berputus asa.
Raja berkata, “Bawalah kemari!”.

Raja bertanya kepada Abdullah bin Hudzafah, “Apa yang menyebabkan engkau menangis?”.

Abdullah bin Ummi Maktum

Abdullah bin Hudzafah menjawab, “Aku menangis disebabkan aku hanya memiliki satu nyawa saja, yang apabila dilemparkan ke dalam periuk raksasa itu maka langsung akan musnah. Aku membayangkan, alangkah bahagianya jika aku mempunyai nyawa sejumlah rambutku yang merasakan siksaan seperti itu dalam rangka mempertahankan agama Allah”.

Raja berkata, Apakah engkau bersedia mencium kepalaku, agar engkau bisa bebas?”.

Abdullah bin Hudzafah balik bertanya, “Bersama seluruh tawanan muslim lainnya?”.

Raja menjawab, “Iya”.

Maka Abdullah bin Hudzafah radliyallahu ‘anhu mencium kepala raja itu.
Selanjutnya para tawanan muslim lainnya yang telah bebas itu menghadap khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu dan menceritakan semua kejadian yang terjadi.

Umar bin Khaththab radiyallahu ‘anhu berkata, “Adalah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mencium kepala Ibnu Hudzafah, dan akulah orang pertama yang akan memulainya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 2/14.

Allahu Akbar! Inilah hasil dari keistiqamahan kepada Allah.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button