Bila di atas ditampilkan sosok para lelaki shalih dari para salafush shalih yang cinta terhadap jihad, maka berikut ini, tidka kalah pentingnya, ternyata para wanitanya pun juga sangat cinta terhadap jihad di jalan Allah Ta’ala. Salah satunya adalah Ummu Sulaim radliyallahu ‘anha.
Ya, beliau adalah salah satu sahabiyah yang memiliki andil besar dalam mensupport mental juang para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam berjihad di jalan Allah Ta’ala.
Disebutkan dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu, dia menuturkan bahwa Ummu Sulaim pada perang Hunain mencabut belati. Kemudian Abu Thalhah konsultasi kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Katanya, “Wahai Rasulullah. (Bagaimana) Ini Ummu Sulaim membawa belati?”.
Lalu Ummu Sulaim berkata kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Wahai Rasulullah. Jika ada orang musyrik yang mendekatiku maka akan aku cincang perutnya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 2/304.

Subhaanallah. Inilah salah satu sahabiyah yang pemberani. Di saat kebanyakan wanita lain berdiam diri di rumah atau hanya sekedar mendoakan suaminya atau para mujahidin di meran perang, namun beliau –Ummu Sulaim- justru ikut terjun langsung ke medan perang!
Dan sebenarnya Ummu Sulaim radliyallahu ‘anha itu bukan hanya sekedar pemberani tetapi juga memiliki sifat dan karakter yang mulia. Di antaranya; suka memberi hadiah –meski dirinya miskin- dan penyabar.
Ya, kisah ini terdapat pada Musnad Abu Ya’la, Musnad Ahmad dan Muslim. yaitu dikisahkan bahwa ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hijrah ke Madinah, Ummu Sulaim radliyallahu ‘anha menyerahkan putranya yang usianya masih delapan tahun kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
“Wahai Rasulullah. Tidak ada seorangpun dari kalangan Anshar baik laki-laki maupun perempuan kecuali telah menghaturkan hadiah dan saya tidak memiliki kemampuan untuk memberikannya kepadamu sebagai hadiah kecuali putraku ini. Ambillah dia dan jadikanlah dia sebagai pelayanmu”, kata Ummu Sulaim saat menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Dalam riwayat lain disebutkan, “Wahai Rasulullah. Ini putra saya, Unais (panggilan waktu kecilnya Anas bin Malik radliyallahu ‘anhuma). Saya membawanya kepadamu agar menjadi pelayanmu. Maka doakanlah dia kepada Allah”, kata Ummu Sulaim.
Adapun sifat penyabarnya beliau, sebagaimana yang sudah diketahui bahwa di saat anandanya sakit, suaminya pergi untuk suatu urusan. Dan saat di tinggal itulah anandanya meninggal dunia.
Ketika malam tiba, sang suami sudah di rumah. Kemudian Ummu Sulaim radliyallahu ‘anha menyuruhnya agar segera bersih-bersih. Sementara di saat suaminya bersih-bersih Ummu Sulaim justru berhias dengan memakai wangi- wangian hingga suaminya sangat berhasrat malam itu.
Seusai melakukan ‘tugas’ barulah Ummu Sulaim radliyallahu ‘anha memberikan analogika tentang suatu barang yang dititpkan. Hingga suaminya marah dan keesokan harinya suaminya menceritakan kejadian malam itu kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam justru mengucapkan selamat!
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
