Salaf dan Jihad Bag.3

Ibnul Jauzi berkata dalam kitab Tarjamahnya, ‘Saad bin Khaitsamah; julukannya Abu Abdullah, salah satu dari dua belas pimpinan Anshar. Beliau juga salah satu dari tujuh puluh orang yang hadir pada peristiwa Bai’ah Aqabah kedua’. 

‘Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengajak manusia untuk berperang di Badar, ayahnya, Khaitsamah berkata kepadanya, “Penting bagi salah satu dari kita untuk tetap tinggal. Jadi aku memutuskan diriku untuk berangkat berperang dan kamu tinggallah bersama keluargamu”.

Saad bin Khaitsamah menolak dan berkata (kepada ayahnya), “Jika bukan karena urusan surga, maka aku akan memilih untuk tinggal (bersama keluargaku). Sungguh aku berharap agar bisa (mati) syahid dengan terkena (anak panah) di wajahku ini”.

Kemudian keduanya akahirnya melakukan undian dan ternyata Saad bin Khaitsamah yang menang undian. Maka keluarlah Saad bin Khaitsamah radliyallahu ‘anhu dan Saad bin Khaitsamah syahid di medan (jihad) Badar.

perang badar

Abu Bakar bin Abu Thahir menceritakan kepada kami, dia berkata, Jauhari memberitahu kepada kami, dia berkata, Kami mendapatkan kabar dari Ibnu Hawiyah, dai berkata, kami mendapatkan kabar dari Ibnu Ma’ruf, dia berkata, kami mendapatkan kabar dari Ibnul Fahm, dia berkata, kami mendapatkan kabar dari Muhammad bin Saad rahimahullah dan radliyallahu ‘anhu, semoga kita dikumpulkan pada kelompoknya (para syuhada’) dan pada kelompoknya para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam’. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/422.

Bisa dibayangkan bukan? Bagaimana antara ayah dan anak yang ‘berebut’ ingin mengejar surga. Atau ingin bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menegakkan agama Allah Ta’ala.

Setidaknya sebagaimana yang disampaikan Saad bin Khaitsamah radliyallahu ‘anhu kepada ayahnya, “Jika bukan karena urusan surga maka aku lebih suka memilih tinggal di rumah”.

Dan satu lagi hal yang dapat dipetik dari pelajaran sejarah sahabat yang satu ini. Yaitu beliau ingin syahid dengan luka di wajahnya. Dan ternyata benar. Beliau syahid sesuai dengan harapannya, wajahnya terluka. Hal ini mengingatkan pada firman Allah Ta’ala:

مِنَ الْمُؤْمِنِـيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَـاهَدُوْا اللهَ عَـلَيْـهِ، فَـمِنْـهُـم مَن قَضَى نَـحْبَـهُ وَمِنْـهُـم مَن يَـنْـتَـظِرُ وَمَا بَـدَّلُوْا تَـبْدِيْـلًا.

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). Qs. Al Ahzaab 23. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button