Imam Adz Dzahabi dalam tarjamahnya karya imam Ali bin Abi Thayyib An Naisaburi berkata, ‘Bahwa imam Ali bin Abi Thayyib An Naisaburi dibawa menghadap kepada Sultan Mahmud bin Sabukatkin untuk mendengarkan wejangannya.
Tatkala beliau masuk, beliau langsung duduk tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu dan langsung meriwayatkan sebuah hadits tanpa mendapatkan perintah dari Sultan. Maka Sultan menggertaknya, lalu memerintahkan seseorang (ghulam) untuk memukulnya hingga pingsan. Sementara beberapa dari yang hadir mengetahui bahwa imam Ali bin Abi Thayyib An Naisaburi adalah seorang yang mengetahui agama dan berilmu.
Maka dari mereka ada yang mengingatkannya (agar meminta maaf) dan memberinya harta. Tetapi ternyata justru ditolak.
Si Ghulam berkata, “Wahai syaikh! Sesungguhnya seorang raja (sultan) memiliki kekuasaan. Dan dia membutuhkan kekuatan politik. Sementara aku melihat bahwa engkau memiliki pengaruh (di masyarakat). Maka berilah aku solusi.

Ali bin Abi Thayyib An Naisaburi berkata, “Allah selalu mengawasi kita dengan pengawasan yang luar biasa. Sementara engkau memanggilku ke sini untuk berdakwah, menyampaikan hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan agar tunduk kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Jadi bukan untuk menetapkan undang-undang kenegaraan”.
Mendengar penuturan Ali bin Abi Thayyib An Naisaburi itu membuat sultan menjadi malu lalu sultan merangkul dan dan memeluknya.
Yaqut menyebutkannya dalam kitab Taariikh Al Udabaa (Sejarah Para Penulis). Yaqut berkata, “Beliau meninggal dunia pada bulan Syawal tahun 458 H di Sanzuwara.
Imam Adz Dzahabi berkata, “Mahmud berpangkat tinggi dalam jihad dan mampu menaklukkan India dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Dia memiliki banyak kesalahan dan ini adalah salah satunya dan dia menyesali dan meminta maaf. Maka kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari setiap orang yang sombong lagi dhalim. Dan kita telah melihat para pemberontak tirani itu telah mematikan semangat jihad dan menindas di negeri-negeri (Islam) dan membuat rakyat sengsara”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 9/204.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
