Betapa bahagiannya seorang ayah yang memiliki anak shalih yang setia mengawal ayahnya demi kehidupan akhirat diri dan ayahnya kelak di akhirat. Padahal saat itu ayahnya sedang berada di puncak kekuasaan. Namun anaknya justru mengingatkan ayahnya agar tetap istiqamah dalam mengemban amanah yang kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Ta’ala kelak.
Setidaknya inilah potret salafush shalih dalam mengingatkan, sebagaimana yang diceritakan Ibnul Jauzi.
Ibnul Jauzi berkata, ‘Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz mendatangi Umar (ayahnya), dan saat itu ada Maslamah bin Abdul Malik, lalu berkata, “Wahai Amirul mukminin! Aku datang kepadamu karena ada hajat, maka luangkanlah waktu untukku”.
Kemudian Umar bertanya, “Apakah mau berbicara tanpa pamanmu?”.
“Iya”, jawab Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz.
Maka Maslamah bin Abdul Malik langsung berdiri dan keluar.

Setelah Maslamah bin Abdul Malik keluar, Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz pun duduknya mendekat ke ayahnya lalu berkata, “Wahai Amirul Mukminin! Apa yang akan engkau katakan kepada Rabbmu kelak apabila Dia menanyakan (pertanggungjawaban)mu?”.
Khalifah berkata, “Kamu melihat bid’ah tetapi kamu tidak bisa mencegahnya atau sunnah tetapi kamu tidak bisa menghidupkannya?”.
Khalifah melanjutkan perkataannya, “Wahai anakku, apa yang membuatmu menginginkan sesuatu atau pendapat yang engkau lihat?”.
Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz berkata, “Tidak, demi Allah. Akan tetapi yang saya lihat bahwa engkau adalah orang yang harus bertanggung jawab. Lalu apa yang akan engkau katakan kelak di akhirat?”.
Khalifah berkata, “Semoga Allah merahmatimu dan semoga Allah memberikan ganjaran berupa anak-anak ayng baik. Demi Allah. Sungguh aku berharap engkau menjadi salah satu penolong kebaikan”.
Khalifah melanjutkan, “Wahai anakku. Sesungguhnya rakyat telah membuat urusan-urusan yang kompleks. Lalu kapan bisa mengurai kesombongan mereka yang mereka genggam di tangan mereka. Saya tidak percaya bahwa mereka akan membuka celah yang di dalamnya akan banyak pertumpahan darah. Demi Allah, kehancuran dunia ini lebih ringan bagi saya daripada menumpahkan secangkir darah kaum muslimin hanya demi tujuanku. Atau apapun yang kamu sukai, sehingga tidak ada satu hari pun di dunia yang menimpa ayahmu tanpa dia membunuh bid’ah dan menghidupkan kembali sunnah? Hingga Allah akan menghakimi di antara kita dengan kebenaran, dan Dia-lah sebaik-baiknya Hakim?”. Terdapat dalam kitab Shiffatush Shafwah 2/128.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
