Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bag.7a

Ini adalah kisah ‘kelam’ yang pernah dialami pada  masa-masa kaum muslimin masih memiliki kekhilafahan, namun sistemnya sudah mulai bergeser. Yakni lebih dominan ke arah sistem kerajaan. Meski begitu secara umum negeri tersebut masih diakui sebagai negeri Islam atau negeri yang dibawahi khilafah Islamiyah. 

Jadi sistemnya secara umum masih memberlakukan syariat Islam, walaupun sistem kepemimpinannya seperti kerajaan. Yakni hanya anak keturunannyalah yang kelak yang akan meneruskan titah pemerintahan (kekhilafahan). 

Namun begitu, jauh-jauh hari di saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam masih hidup, beliau pernah bersabda:

تَكُـوْنُ النُّـبُـوَّةُ فِـكُـمْ مَاشَـاءَ اللهُ أَنْ تَـكُوْنَ، ثُـمَّ يَـرْفَعُـهَـا اللهَ إِذَا شَاءَ أَنْ يَـرْفَـعُـهَـا، ثُـمَّ تَـكُوْنُ خِلَافَةً عَـلَى مِنْـهَـاجِ النُّبُـوَّةَ فَـتَـكُـوْنُ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ تَـكُوْنَ، ثُـمَّ يَترْفَـعُـهَـا إِذَا شَاءَ أَنْ يَـرْفَـعَـهَـا، ثُـمَّ تَـكُوْنُ مَـلِكًـا عَـاضًا فَيَـكُوْنُ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ يَـكُوْنَ، ثُـمَّ يَـرْفَـعُـهَـا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَـرْفَـعَـهَـا، ثُـمَّ تَـكُوْنُ مَلِـكًا جَـبَّـرِيَـةً فَـتَـكُوْنُ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ تَـكُوْنَ، ثُـمَّ يَـرْفَـعَـهَـا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَـرْفَـعَـهَـا، ثُـمَّ تَـكُوْنُ خَلَافَـهً عَـلَى مِنْـهَـاجِ النُـبُـوَّةً، ثُـمَّ سَـكَـتَ.

“Nubuwwah (utusan Allah) ada pada kalian sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian khilafah di atas manhaj nubuwwah sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian kerajaan yang menggigit sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian, hingga kerajaan diktator sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian khilafah di atas manhaj nubuwwah. Kemudian beliau diam”. Diriwayatkan Ahmad.

kerajaan islam

Namun begitu sistem yang ini memang agak lumayan meskipun ada beberapa (kasus) yang dianggap sesuatu yang ‘bertabrakan’. Salah satunya seperti yang terdapat pada riwayat di bawah ini:

Dari Sulaiman bin Abdurrahman bin Isa, kami mendapatkan berita dari Abu Khulaid ‘Utbah bin Hamaad Al Qari’, kami mendapatkan kabar dari Al Auza’i, dia bercerita, ‘Abdullah bin Ali mengutus seseorang (untuk memanggil) kepada saya, lalu saya segera memenuhi memenuhi panggilnya. Dan saya segera masuk ke barisan orang-orang yang sedang berbaris.

Kemudian Abdullah bin Ali berkata (kepada saya), “Apa kamu punya pendapat tentang jalan keluar dengan kondisi yang sedang kita hadapi?”.

Saya berkata, “Perbaikilah urusannya kepada Allah, wahai Amir (maksudnya; pimpinan. Pen)”.

“Sesungguhnya antara saya dengan Daud bin Ali telah memiliki kesepakatan yang penuh dengan kasih sayang”, tambah saya.

Abdullah bin Ali berkata, “Katakan kepadaku”.

Saya berfikir sejenak (untuk menjawab). Lalu saya berkata dalam hati, “Sejujurnya, saya telah ‘berani’ menantang maut”.

Dari riwayat di atas terlihat bahwa Al Auza’i telah sadar bahwa dirinya kondisinya sedang ‘terancam’ disebabkan beliau berani menolak perintah pimpinan (amir).

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button