Waqi’ pernah menyampaikan sebuah hadits dari A’masy, dari Sulaiman bin Maisarah dan Mughirah bin Syabal, dari Thariq bin Syihab, dari Salman Al Farisi, dia berkata, “Ketika malam telah tiba, maka manusia berada dalam tiga tahapan; sebagian (prtama) dari mereka adalah orang-orang yang memiliki (malam tersebut) dan mengerjakannya. Sebagian lagi (kedua) adalah orang-orang yang memiliki (malam tersebut) tetapi mereka tidak mengerjakannya. Dan sebagian lagi (yang ketiga) adalah orang-orang yang mereka tidak memiliki (malam tersebut) dan juga tidak mengerjakannya”.
Saya (Thariq bin Syihab) katakan, “Bagaimana bisa seperti itu?”.
Salman Al Farisi menjawab, “Adapun orang-orang yang memilikinya dan hal itu tidak merugikannya, maka orang-orang tersebut telah memanfaatkan kelalaian kebanyakan manusia pada kegelapan malam. Yakni mereka berwudhu lalu shalat (malam). Maka hal adalah kebaikan baginya dan bukan (kebaikan) untuk orang lain. Dan ada juga orang-orang yang ketika manusia lain sedang lalai (dalam tidurnya) di kegelapan malam, lalu (ada) orang yang justru terus menjalankan maksiat kepada Allah. Maka orang-orang seperti ini disebut dosanya untuk dirinya dan mereka tidak mendapatkan kebaikan sama sekali. Dan ada juga orang yang tidur hingga pagi hari. Maka orang-orang seperti ini tidak mendapatkan keuntungan di malam hari dan juga tidak mendapatkan kerugian (karena maksiat)”.
Thariq bin Syihab berkata, ‘Saya katakan, “Saya akan menemaninya (sahabat Salman Al Farisi)”.
Kemudian Salman mengutus kepada orang-orang, lalu beliau pergi ke tengah-tengah manusia dan saya menemaninya. Dan (tugas) saya tidak lebih hanya sekedar mengadon roti, lalu memanggangnya, juga memasak.

Dan ketika malam tiba Thariq bin Syihab memiliki waktu satu jam untuk bangun malam. Lalu ketika Thariq bangun, dia dapati, sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, Salman Al Farisi, telah istirahat, maka saya pun ikut tidur.
Saat tengah malam, sahabat Salman telah bangun, sahabat ini sedang berdoa:
سُـبْـحَانَ الله، وَ الْحَـمْـدُ للهِ، وَلَا إِلَـهَ إِلَّا الله، وَاللهُ أَكْـبَـرُ، لَا إِلَـهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْـكَ لَـهُ، لَـهُ الْمُـلْكُ وَلَـهُ الْحَـمْدُ وَهُـوَ عَـلَى كُـلِّ شَيْـئٍ قَدِيْـرٍ.
Maha suci Allah, segala puji hanya milik Allah, dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya-lah kekuasaan dan milik-Nya segala puji. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Ketika menjelang subuh, beliau bangun lalu wudhu’ dan shalat empat rakaat.
Seusai shalah subuh, saya menyapa, “Wahai Abu Abdullah! Saya memiliki waktu satu jam di malam hari untuk begadang, lalu saya terbangun dan mendapatimu tertidur”.
Salman bertanya, “Wahai keponakanku! Apa yang kamu dengar dariku?”.
Lalu saya memberitahukannya, dan beliau berkata, “Wahai keponakanku! Shalat lima waktu itu adalah penghapus dosa di antara kedua (waktu)nya, selama kamu menghindari pembunuhan. Wahai keponakanku. Hendaklah kamu sering-sering meluruskan niat, sebab dia akan mudah menggapai cita-cita”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/549-550.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
