Salaf dan Al Qur’an Bag.4

Dari Hamad bin Najih, dari Abi Imran Al Jauni, dari Jundab, dia berkata, “Ketika kami bersama Nabi shalallahhu ‘alaihi wa salam, pada saat itu kami merupakan sosok pemuda-pemuda yang kuat. Kami belajar iman sebelum mempelajari Al Qur’an, kemudian kami mempelajari Al Qur’an, maka dengan begitu bertambahlah keimanan kami”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/175.

Untuk yang satu ini sungguh sangat menukik sekali. Ya, sangat menukik!

Betapa tidak.  Jundab membuka ‘rahasia’ paling strategis dalam masalah Al Qur’an. Yakni Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ternyata mengajarkan iman terlebih dahulu sebelum beliau mengajarkan tentang Al Qur’an.

Itu artinya bahwa ketika hati ini sudah dipenuhi dengan iman maka akan mudahlah hati menerima Al Qur’an. Berbeda jika hatinya kosong dari keimanan, maka ketika itu dia pasti tidak akan menerima Al Qur’an kecuali dalam keadaan terpaksa. Atau seseorang dalam kondisi yang tidak memililki keimanan kok kemudian dia mau berlajar Al Qur’an maka dipastikan bahwa niatnya akan rusak. Walhasil, tentu akan rusaklah muamalahnya.

Bisa dilihat bukan? Bagaimana para orientalis yang dengan sengaja belajar Al Qur’an tetapi dengan tujuan ingin menghancurkan islam dari dalam? Yakni justru yang terjadi hanyalah kegaduhan!

iman sebelum Al Quran

Hal itu akan berbeda dengan orang yang ingin belajar Al Qur’an tetapi murni karena Allah Ta’ala. Maka yang pertama kali ditanamkan adalah keimanan (sebagaimana yang sudah disebutkan di atas).

Kemudian lilhatlah bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam mendidik para sahabat. 

Nah begitu keimanan sudah menancap kuat di dada para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, maka ketika Al Qur’an di antara mereka, mereka langsung mengimani dan mengamalkannya tanpa menunda-nunda. 

Seperti ketika turunnya tentang perintah untuk menutup aurat (jilbab), maka para sahabiyah langsung menggunakan kain-kain yang mereka miliki untuk menutup rambut mereka. Meskipun yang dipakai berupa kain taplak meja, kain korden atau kain-kain lainnya. Bahkan ada dari sahabiyah rencana awal dari rumahnya pergi ke pasar ingin membeli untuk keperluan dapurnya. Namun ketika tahu bahwa telah turun perintah agar setiap wanita menutup auratnya (terutama rambut kepalanya). Maka rencana awal dari rumah itu dibatalkan dan sahabiyah ini membeli kain kain untuk menutup rambut kepalanya.

Dan saat sampai di rumah lalu suaminya menanyakan tentang makanan apa yang dibelinya? Kemudian dijawab bahwa dirinya tidak jadi membeli makanan untuk rumah tangganya dan justru membeli kain (karena uangnya yang mepet) lalu sang suamipun ridla terhadap apa yang dilakukan istrinya.

Allahu Akbar! Inilah hasil pantulan dari iman.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button