Salaf dan Al Qur’an Bag.3

Suatu saat Syu’bah dan Hisyam berbincang-bincang, dari Qatadah, dari Yunus bin Jubair, dia berkata, ‘Kami memimpin Jundub dalam perjalanannya. Maka saya katakan kepadanya (Yunus bin Jubair), “Berilah kami wasiat”.

Beliau (Yunus bin Jubair) berpesan, “Bertaqwalah kalian kepada Allah, dan bertaqwalah kalian dengan (cara) membaca Al Qur’an. Sebab dia akan menjadi cahaya di malam hari yang gelap gulita dan menjadi petunjuk (jalan) di siang hari”.

“Beramallah dengannya (Al Qur’an) sekemampuanmu meskipun berat. Seandainya terjadi musibah, maka sumbangkanlah hartamu jangan agama. Jika ada yang merampokmu maka serahkanlah hartamu dan nyawamu jangan agamamu. Karena sesungguhnya yang dirampok adalah hartamu”

“Ketahuilah bahwa harta dan nyawa tidak diperlukan di surga dan tidak ada yang kaya orang-orang yang ada di neraka”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/174.

Sepintas pesan di atas seperti pesan-pesan biasa pada umumnya. Namun bila mau meneliti maka akan didapati bahwa di sana ada pesan yang penuh dengan nuansa ruhiyah yang sangat mendalam. Yang tentunya pesan ini tidak bisa diremehkan kecuali oleh orang-orang yang tidak memahami dengan Al Qur’an itu sendiri.

membaca al quran

Ya, berwasiat kepada Al Qur’an. Maksudnya agar selalu setiap saat melazimi terhadap Al Qur’an. Yakni mulai belajar membacanya, memahaminya, menghafalkannya, mengamalkan apa-apa yang ada di dalamnya dan seterusnya.

Sungguh ini bukanlah suatu hal yang mudah dan remeh, melainkan sangat berat. Kecuali orang yang mendapatkan rahmat Allah Ta’ala!

Bukankah di bawahnya disebutkan; seandainya terjadi musibah, dia harus tetap berpegang pada Al Qur’an dan bahkan disuruhnya agar menyumbangkan hartanya. Seandainya terjadi perampokan maka disuruhnya agar menyerahkan harta bendanya, bukan Al Qur’an. Bahkan jika nyawanya pun diminta maka disuruh agar menyerahkannya kecuali Al Qur’an. 

Dan yang paling membikin merinding adalah kalimatnya yang terakhir, “Ketahuilah bahwa harta dan nyawa tidak diperlukan di surga dan tidak ada yang kaya orang-orang yang ada di neraka”.

Ini sungguh luar biasa sekali! Tentu Yunus bin Jubair ini memberi pesan bukan sekedar memberi pesan. Tetapi beliau memberi pesan lewat hati nurani. 

Maka bila ingin memahaminya hendaknya hati dahulu yang dikedepankan. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button