Salaf dan Fatwa Bag.7

Suhnun berkata, “Orang yang paling berani mengeluarkan fatwa adalah orang yang paling sedikit ilmunya”.

Beliau juga berkata, “Saya telah hafal pertanyaan-pertanyaan yang di dalamnya terdapat delapan pendapat dari delapan imam, lalu bagaimana saya harus mempercepat menjawabannya?”.

Ditambahkan lagi, seorang amir (pejabat) Ziyadatullah telah mengutus seseorang untuk bertanya kepada Suhnun tentang suatu masalah. Tetapi Suhnun tidak menjawabnya.

Maka Muhammad bin Abdus berkata kepadanya, “Keluarlah dari negeri ini! Kemarin kamu berhenti berdoa di belakang hakim mereka, dan hari ini kamu melakukannya dengan cara tidak mau menjawab (pertanyaan)nya!”.

Suhnun berkata, “Seandainya saya menjawab seseorang yang ingin mengambil keputusan, yang ingin menerima perkataanku dan perkataan orang lain, dan sekiranya itu dengan niat (untuk urusan) agama, niscaya saya akan menjawabnya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 12/66.

Di sini ada yang agak sedikit menggelitik. Yakni perkataannya Suhnun yang mengatakan bahwa orang yang suka berfatwa itu biasanya ilmunya sedikit. Ya, sebab memang para ulama itu sebenarnya dakwahnya memang mengenalkan ajaran Islam itu kepada umat. Adapun sumber ajaran Islam itu ya asalnya dari Al Qur’an dan As Sunnah. 

perkataan para salafus sholih

Makanya para alim itu sangat berhati-hati dalam membuat pernyataan dan statemen. Sebab nantinya ditakutkan akan dianggap sebagai suatu ajaran dari Islam. Andaipun mau menerangkan tentang Al Qur’an maka mereka lebih memilih untuk mengambil perkataan dari para sahabat Rasulullahu ‘alaihi wa salam. 

Bahkan suatu ormas Islam yang terbesar negeri Indonesia ini juga sebenarnya telah melakukan suatu terobosan yang bagus dan luar biasa. Yaitu ketika dari para khatibnya selesai membacakan ayat-ayat Allah, mereka akan menterjemahkan dengan mengatakan:

وَاللهُ أَعْـلَـمُ بِـمُرَادِهِ.

Hanya Allah-lah yang Tahu dengan maksud (ayat)-Nya.

Lalu bagaimana dengan Suhnun yang tidak mau menjawab pertanyaan dari seorang penguasa yang akhirnya malah beliau diusir dari negerinya?

Sebenarnya ini bukanlah kali pertama dalam dunia ulama yang diusir oleh penguasa. Sungguh ini adalah hal yang biasa. Seperti imam Bukhari juga dilarang masuk ke negerinya hanya karena imam Bukhari dipanggil untuk mengajarkan agama Islam kepada anak-anaknya para pejabat, waktu itu. Namun imam Bukhari menolak dengan mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang butuh ilmulah yang datang kepada pemilik ilmu bukan pemilik ilmu yang disuruh datang kepada orang yang membutuhkan.

Dari sini kemudian penguasa Bukhara marah lalu mengusir imam Bukhari.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button