Salaf dan Fatwa Bag.6

Suhnun pernah ditanya, “Mungkinkah seorang ulama berkata, ‘Saya tidak tahu’ terhadap apa yang dirinya ketahui?”.

Beliau menjawab, “Adapun apa yang ada dalam Kitab atau sunnah maka tidak boleh disembunyikan. Tetapi bila hal itu adalah sebuah pendapat (berupa ra’yu), maka sesungguhnya dia boleh melakukan seperti itu. Sebab pendapatnya itu kan tidak tahu apakah benar atau salah”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 12/65.

Ini adalah bagian adab bagi seorang alim. Dan justru iini menunjukkan betapa kedalaman ilmunya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim:

لَيْـسَ الْعَـالِـمُ بِـكَـثْـرَةِ الْعِـلْـمِ وَ لَكِـنَّ الْعَـالِـمُ بِـكَـثْـرَةِ خَشْـيَـةِ اللهِ.

“Yang namanya orang alim (ulama/berilmu) itu (ukurannya) bukan karena banyaknya ilmu (yang dimiliki) melainkan (yang disebut) alim (ulama/berilmu) adalah siapa saja yang banyaknya takut kepada Allah”.

Ya, seorang alim itu jauh lebih mengedepankan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah daripada pendapatnya sendiri. Mereka akan mengerem agar tidak mengemukakan pendapat jika memang sudah ada jawabannya dari Al Qur’an maupun As Sunnah.

ulama fiqih

Oleh karenaitu  hendaknya berhati-hatilah bagi para alim untuk selalu menjaga hatinya. Sebab terkadang nafsu itu sewaktu-waktu akan muncul lalu menggelitik dirinya agar mau mengeluarkan pendapatnya dan mengesampingkan Al Qur’an dan As Sunnah. Na’udzubillah.

وَمَآ أُبَـرِّئُ نَـفْـسِى، إِنَّ النَّـفْـسَ لَأَمَّـارَةٌ بِـالسُّوْءِ إِلَّا مَـا رَحِـمَ رَبِّـى، إِنَ رَبَّـى غَـفُـوْرٌ رَّحِـيْـمٌ.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs. Yusuf 53.

Inilah nabi Yusuf ‘alaihi salam. Hampir-hampir beliau sendiri tergelincir pada nafsu syahwatnya jika tidak segera ingat kepada Allah. Sebab saat itu yang ada di depannya adalah wanita cantik. Dan wanita itulah yang pertama kalinya mengajak maksiat.

Adapun bagi para alim dan orang-orang yang memiliki, yang notabenenya mereka adalah manusia biasa tentu akan lebih mudah nafsunya tersandera bukan?

Maka benarlah apa yang dikatakan Suhnun. Yakni beliau tetap bersikukuh untuk lebih mendahulukan Al Qur’an dan As Sunnah daripada pendapatnya pribadi. Sebab memaksa mengedepankan pendapatnya maka biasanya akan mudah dibeli. Dan inilah yang sangat sangat diingatkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Karena bila sudah dibeli maka yang ditakutkan adalah dia akan menjadi ulama suu’ (ulama yang berperilaku buruk). Yakni dia akan membuat fatwa sesuai pesanan. Na’udzubillah.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button