Dari Nafi’ bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhuma lalu bertanya kepadanya tentang suatu hal, namun Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhuma menundukkan kepalanya dan tidak menjawabnya sampai orang-orang mengira kalau Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhuma tidak mendengar pertanyaannya.
Lalu laki-laki itu bertanya, “Apakah engkau mendengar pertanyaanku?”.
Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhuma menjawab, “Ya, tetapi seolah-olah engkau melihat bahwa Allah tidak bertanya kepada kami tentang apa yang engkau tanyakan kepada kami. Tinggalkanlah kami, semoga Allah merahmatimu, sampai kami memahami pertanyaanmu. Jika kami memiliki jawaban (akan kami jawab), (tetapi) jika tidak, kami akan memberitahu engkau bahwa kami tidak mengetahuinya”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 1/566.
Inilah ciri khas dari seorang ulama pewaris nabi. Ketika ditanya suatu perkara dan dirinya memang benar-benar tidak tahu jawabannya maka beliau tidak akan langsung menjawab pertanyaan si penanya. Beliau redam betul egonya agar tidak sembarangan asal menjawab (agar dianggap ulama yang pandai dan kharismatik).

Sebab memang type ulama pewaris nabi itu adalah orang yang sangat takut kepada Allah dan sadar sesadar-sadarnya bahwa setiap perbuatan apa saja pasti kelak akan diminta pertanggung jawabannya.
وَلَا تَـقْـفُ مَا لَيْـسَ بِـهِ عِـلْـمٌ، إِنَّ السَّمْـعَ وَالْبَـصَرَ وَالْفُـؤَدَ كُـلٌّ أُوْلَئـِكَ كَانَ عَـنْهُ مَسْـئُوْلًا.
dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya. Qs. Al Israa’ 36.
Itulah ulama yang sebenarnya. Jadi ulama itu tidak peduli dengan gengsi, bila memang tidak tahu ya mereka secara jujur akan mengatakan bahwa dirinya memang tidak tahu. Jadi tidak memaksakan diri agar dianggap orang yang serba tahu.
Bahkan mereka suatu saat akan bersikap tegas karena ilmunya meskipun resiko dihadapannya. Sebab yang mereka takuti hanya Allah Ta’ala semata.
وَمِنَ النَّـاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالْأنْـعَـامِ مُـخْتَـلِـفٌ أَلْـوَانُـهُ كَـذَالِكَ، إِنَّـمَـا يَـخْـشَى اللهَ مِنْ عَـبَـادِهِ الْعَـلَـمَـاءُ، إِنَّ اللهَ عَـزِيْـزٌ غَـفُـوْرٌ.
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Qs. Faathir 28.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
