Pada suatu ketika Rabi’ bercerita bahwa ada seseorang yang bertanya kepada imam Syafi’i tentang sebuah hadits, kemudian (setelah dijawab) orang itu bertanya, “Lalu bagaimana pendapatmu?”.
Maka bergetarlah diri imam Syafi’i dan murkalah beliau seraya berkata kepada orang tersebut:
أَيُّ سَـمَـاءٍ تُـظِـلُّـنِى وَأُيُّ أَرْضٍ تُـقِـلُّـنِى إِذَا رَوَيْـتُ عَـنْ رَسُوْلِ اللهِ وَقُـلْتُ بِـغَيْـرِهِ؟
“Langit mana yang bisa menaungiku, dan bumi mana yang akan ku pijak kalau sampai ku riwayatkan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kemudian saya berpendapat lain (yang menyelisihi hadits) ,,,?”.
Pada riwayat lain disebutkan:
إِذْ رَوَيْـتُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ حَدِيْثًـا فَـلَـمْ أَقُـلْ بِـهِ.
“Saat saya meriwayatkan hadits dari Rasulullah (sebuah hadits) sementara saya tidak menggunakan haditsnya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 10/35.
Inilah hati seorang yang beriman lagi berilmu. Sebab hatinya selalu terpaut dengan Allah Ta’ala. Sehingga ketika ada seseorang yang mengajak untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam maka orang tersebut akan gelagapan seperti sedang tenggelam di tengah lautan nan luas lagi dalam.
Beliau sadar bahwa seandainya dirinya mau bersekutu untuk menyelisihi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (tidak sesuai dengan hadits) maka cepat atau lambat pasti adzab Allah akan datang.

Jika hal itu terjadi maka benarlah apa yang dikatakannya, “Langit mana yang bisa menaungiku, dan bumi mana yang akan ku pijak kalau sampai ku riwayatkan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kemudian saya berpendapat lain (yang menyelisihi hadits) ,,,?”.
Ya, mungkin saat itu beliau akan disenangi banyak para pecinta hawa nafsu. Tetapi apakah mereka (para pecinta hawa nafsu) akan senang dan puas hanya sekali saja? Tentu tidak!
Mereka tentunya pasti akan meminta dan meminta terus menerus agar imam Syafi’i mau menyelisihi hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Bukankah kebanyakan manusia sekarang ini begitu? Yakni ketika ada seorang alim yang mau mengikuti kemauan mereka maka mereka pun akan meminta selanjutnya hingga justru si alim ini akan terbawa oleh kemauan mereka sendiri.
وَاتَّـبِـعُوْا أَحْسَـنَ مَا أُنْـزِلَ إِلَيْـكُـم مِن رَّبِّـكُـمْ مِن قَبْـلِ أَن يَـأْتَـيَـكُـمُ الْعَـذَابُ بَـغْتَـةً وَأَنْـتُـمْ لَا تَـشْعُـرُوْنَ.
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang adzab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. Qs. Az Zumar 55.
Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyi akal. Qs. Az Zumar 18.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
