Faqih dalam Agama Bag.13

Ketika membicarakan fitnah yang menimpa Waqi’ bin Jarrah, imam Adz Dzahabi berkata, “Bencana itu adalah sesuatu yang ganjil. Di mana Waqi’ bin Jarrah terjerumus ke dalamnya padahal yang dia inginkan adalah kebaikan, akan tetapi dia tidak sanggup menutup mulut. Padahal Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda:

كَـفَى بِالْـمَرْءِ إِثْـمًـا أَنْ يُـحَدِّثَ بِـكُـلِّ مَا سَـمِـعَ.

“Cukuplah seseorang dikatakan pendusta, jika menyampaikan setiap yang dia dengar”.  Hadits diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya.

“Oleh karena itu hendaknya seorang hamba bertaqwa kepada Tuhannya dan hanya mengkhawatirkan dosanya sendiri”. 

Selanjutnya imam Adz Dzahabi menyebutkan fitnah itu.

Ali bin Khusyram berkata, “Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ismail bin Abi Khalid, dari Abdullah bin Al Bahi bahwa Abu Bakar Ash Shiddiq pernah datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam saat beliau wafat, lalu Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu bersimpuh dan menciumnya.

Tidak lama kemudian beliau berkata, “Biarlah bapak dan ibuku menjadi tebusan bagimu. Alangkah wanginya engkau di masa hidup dan setelah wafat”.

Selanjutnya Al Bahi berkata, “Beliau ditinggalkan selama sehari semalam hingga perutnya membesar dan jari kelingkingnya kaku”. 

Doa-doa Menghindari Fitnah Akhir Zaman

Ibnu Khsyram berkata, “Saat Waki’ menyampaikan hadits ini di Makkah maka kaum Quraisy berkumpul dan berniat menyalib Waki’ serta telah menyiapkan kayu untuk menyalibnya”.

Maka Sufyan bin ‘Uyainah berkata, “Bertaqwalah kepada Allah! Dia adalah ahli fiqh dari Irak, dan dan di Irak dia adalah ahlinya (dalam bidang fiqh). Sedangkan hadits yang disampaikannya adalah ma’ruf (tidak mungkar)”.

Sufyan bin ‘Uyainah menambahkan, “Padahal saya sendiri belum pernah mendengarnya. Saya hanya ingin membebaskan Waki’”.

Ali bin Khasyram berkata, “Saya mendengar hadits dari Waki’ setelah mereka ingin menyalibnya. Saya terkejut karena sikap cerobohnya. Saya pun diberitahu bahwa Waki’ bermaksud memaparkan alasannya”. 

Waki’ berkata (pendapat), “Sesungguhnya sebagian sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, di antaranya Umar berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak wafat, maka Allah ingin memperlihatkan tanda wafatnya beliau”. 

Hadits tersebut diriwayatkan Ahmad dan Muhammad bin Ali bin Razin Al Basyani, dia berkata, “Telah menceritakan kepadaku, Ali bin Khasyram”. Dan yang meriwayatkan hadits itu dari Waki’ adalah Qutaibah bin Sa’id. Bisa dibuka pada kitab “Al Kaamil”, karya Ibnu ‘Adi; 654.

Imam Adz Dzahabi berkata, “Demikianlah ketergelinciran seorang ulama. Apa gunanya Waki’ menyampaikan riwayat yang mungkar dan terputus sanadnya ini. Hampir saja nyawanya melayang karena kekeliruannya ini, sementara orang-orang yang menggugat dirinya bisa dimaklumi, bahkan bisa mendapatkan pahala, karena mereka membayangkan kalau sekiranya hadits yang tertolak ini tersebar akan melecehkan kedudukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sepintas lalu prediksi ini bisa saja terjadi”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 9/159-160.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button