Faqih dalam Agama Bag.12

Imam Adz Dzahabi juga berkomentar  ketika menyebutkan biografi khalifah Abbasiyah, yakni Al Mustanjid billah, katanya, “seorang pemimpin apabila memiliki akal yang cerdas dan agama yang kuat, maka urusan pemerintahannya akan berlangsung dengan baik. Tetapi jika kurang cerdas namun agamanya baik , maka kecemburuan agamanya akan mendorongnya untuk bermusyawarah bersama orang-orang yang kuat pendiriannya. Sehingga urusannya menjadi baik dan kondisinya menjadi lebih lancar”.

“Tetapi jika agamanya kurang, namun akalnya cerdas, maka negeri itu dan rakyatnya akan dibuat sengsara karenanya”.

“Bisa saja akalnya yang cerdas akan mendorongnya untuk memperbaiki kerajaannya dan rakyatnya dalam urusan dunia bukan untuk ketaqwaan kepada Allah”.

“Jika agamanya kurang dan akalnya pun kurang cerdas, maka akan banyak kerusakan dan rakyat pun akan terlantar. Mereka akan mejadi korbannya, kecuali jika masih ada keberanian, pengaruh dan kewibawaan, maka kondisinya masih bisa ditutupi”.

Tetapi jika seorang pengecut, agamanya kurang, miskin gagasan dan sewenang-wenang, maka sama saja telah menyiapkan dirinya untuk menerima bencana. Bisa saja dia dipecat (dilengserkan) dari tahtanya dan dipenjara jika tidak sampai dibunuh sehingga hilanglah dunianya dan dosa-dosanya meliputinya”.

“Demi Allah! Dia pun menyesal dengan penyesalan yang tidak berguna lagi. dan pada saat ini kita sudah pesimis untuk mendapatkan pemimpin yang lurus dalam segala sisi”.

pemimpin dalam islam

“Semoga Allah memudahkan jalan untuk memunculkan pemimpin yang lebih banyak kebaikannya dan sedikit keburukannya. Siapa lagi yang dapat menganugerahkannya selain Dia?”.

Ya Allah, perbaikilah pemimpin dan rakyatnya. Dan sayangilah hamba-hamba-Mu serta berilah mereka taufiq dan tolonglah pemimpin mereka dan bantulah dengan taufiq-Mu”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nulabaa’ 20/418.

Satu lagi sebuah potret yang ‘diperlihat’ oleh seorang ulama yang faqih. Yakni beliau (imam Adz Dzahabi) telah memberikan ‘definisi’ tentang beberapa kriteria seorang pemimpin beserta implikasi dari kriteria masalah keagamaan yang dimiliki seorang pemimpin tersebut. 

Senada dengan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawabannya atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas urusan rumah tangganya tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas urusan harta tuannya tersebut”. Diriwayatkan Bukhari.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button