Faqih dalam Agama Bag.7

Dari Al Marudzi, dia berkata, “Saya pernah membawa Ibrahim Al Hushry menemui Abu Abdillah (imam Ahmad bin Hambal) –dia adalah seorang yang shalih-, lalu dia berkata, “Sesungguhnya ibu saya bermimpi baik tentang dirimu. Wujud mimpinya begini dan begitu. Dia menyebut-nyebut tentang surga”.

Maka imam Ahmad bin Hambal berkata, “Wahai saudaraku, sesungguhnya Sahl bin Salamah juga mendengar orang-orang bermimpi baik tentang dirinya, tetapi akhirnya dia keluar menumpahkan darah”.

Beliau (imam Ahmad bin Hambal) juga menambahkan, katanya, “Mimpi itu dapat menggembirakan seorang mukmin namun juga sampai membuatnya terpedaya”.  Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 11/227.

Ini sungguh sangat sering sekali terjadi di tengah masyarakat. Yakni mimpi yang dijadikan/dianggap sebagai sebuah ‘petunjuk’ untuk ditelusuri atau bahkan ada yang mengimaninya sebagai bagian dari wahyu.

Oleh karenanya sangat berbahaya sekali bila mimpi dijadikan sebagai acuan seseorang atau kelompok untuk melakukan suatu tindakan atau keputusan. Apalagi bila kemudian ‘dikaitkan’ dengan Islam. Wah bisa lebih berabe.

mimpi dalam islam

Makanya di atas imam Ahmad bin Hambal telah memberikan warning tentang mimpi kepada Ibrahim Al Hushry dengan mengatakan bahwa Sahl bin Salamah telah mendengar orang-orang bermimpi baik tentang dirinya, lalu tidak lama kemudian Sahl bin Salamah keluar dan menumpahkan darah (orang lain/membunuh). Padahal Sahl bin Salamah adalah termasuk orang yang baik.

Oleh karena itu imam Ahmad bin Hambal tidak bergeming ketika Ibrahim  Al Hushry menceritakan tentang ibunya yang telah bermimpi “melihat” imam Ahmad bin Hambal dengan mengatakan bahwa mimpi ibunya itu menyebut-nyebut tentang surga.

Sungguh imam Ahmad bin Hambal tidak bergeming tentang mimpi ibunya Ibrahim Al Hushry disebabkan beliau lebih beriman pada Al Qur’an dan As Sunnah sebagai petunjuk bagi manusia.

Beliau sama sekali tidak tertarik dengan mimpi! Sebagaimana saat beliau ditangkap penguasa karena beda pendapat tentang fitnah KHALQUL QUR’AN. Beliau berpendapat dan bersikukuh bahwa Al Qur’an adalah KALAMULLAH bukan makhluk, sebagaimana yang diyakini oleh kaum murji’ah; yang kebetulan khalifah saat itu ikut pendapatnya murji’ah. Sehingga imam Ahmad bin Hambal harus dijebloskan ke dalam penjara.

Nah pada saat itu ada yang mendatanginya lalu menyampaikan usulan agar beliau untuk sementara mengatakan apa yang diinginkan oleh penguasa. Alasannya; agar penguasa membebaskan beliau. Sebab beliau di dalam penjara disiksa sedemikian rupa.

Tetapi imam Ahmad justru mengatakan bahwa jika dirinya mengatakan seperti itu lalu bagaimana dengan umat setelahnya? Tentu umat setelah akan bersikap jauh lebih seenaknya bukan? Yakni dengan alasan; karena terpaksa. Karena ruhshah, karena terdhalimi dan sebagainya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button