Bila melihat isi dari surat Abddullah Al Umari (ahli ibadah) kepada imam (madzhab) Malik, setidaknya dapat diambil pelajaran bahwa orang berilmu itu lebih satu tingkat daripada ahli ibadah.
Setidaknya bisa difahami dari riwayat berikut ini:
Disebutkan oleh Ibnu bin Abdil Bir dalam kitabnya “Al Ilmu”; Ibnu Wahab berkata, “Perintah pertamaku adalah beribadah sebelum ilmu, maka setan menggodaku dengan menyebut Isa putra Maryam, (tentang) bagaimana Allah Ta’ala menciptakannya? Dan seterusnya.
Maka saya mengadukan hal ini kepada seorang syaikh, lalu beliau berkata kepadaku. Katanya, “Wahai Ibnu Wahab”.
“Iya”, jawabku.
Beliau berkata lagi, “Carilah ilmu”.
Maka dari situlah alasannya (kenapa) saya menuntut ilmu. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 9/2244.
Jadi benarlah apa yang dikatakan imam Bukhari dalam salah satu kitabnya yang berjudul AL ILMU QABLAL QAUL WAL AMAL (Ilmu terlebih dahulu sebelum berbicara dan beramal).

Ya, berapa banyak orang yang beramal tanpa ilmu yang akhirnya yang terjadi justru penyesalan. Atau setidaknya menjadi blunder. Betapa tidak?
Seseorang yang beramal tanpa ilmu itu ibarat seorang buta yang berjalan sendiri tanpa memakai pemandu (entah tongkat atau orang menuntunnya). Sehingga potensi untuk celaka itu sangat terbuka lebar. Yakni entah terperosok atau tersesat atau bahkan tertabrak kendaraan.
Hal itu sangat berbeda sekali dengan orang yang beramal dengan ilmunya. Dia ibarat seorang yang berjalan dengan didampingi oleh pemandu. Sehingga kemungkinan untuk tersesat atau celaka atau tertabrakpun sangat kecil sekali terjadi.
Contohnya seperti orang yang sama sekali belum pernah pergi ke suatu tempat yang jauh dan dia sendiri saat itu asing di tempat itu. Namun dengan berbagai bekal disiplin ilmu (yang seperti pemandu itu) maka dia pasti akan sampai tujuan dengan selamat.
Sebab dia bisa membaca tulisan petunjuk di setiap persimpangan jalan, ke arah mana yang akan dia tuju, di sana sudah ada tulisannya. Belum lagi peta yang dia bawa juga menunjukkan ke aah yang sama. Ditambah lagi ‘mbah’ google yang menunjukkan untuk terus berjalan lurus atau belok kiri atau kanan.
Tetapi bagi orang yang sekedar beramal tanpa ilmu, terkadang ada ajaran lain yang dimasukkan. Alasannya; dianggapnya itu adalah kebaikan. Nah!
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
