Zuhud Terhadap Ketenaran 8

Bila melihat para penguasa hari ini lalu membandingkan dengan para generasi salafush shalih maka perbandingannya seperti langit dan bumi. Ya, bila mau jujur, para penguasa hari ini kebanyakan berasal dari para pengusaha. 

Pertanyaannya: mungkinkah (sebagai pengusaha), mereka ramai-ramai tertarik masuk ke dunia politik praktis. Lalu setelah menjadi menguasa mereka tidak ‘tertarik’ untuk membuat kebijakan-kebijakan yang kelak akan menguntungkan semua bisnisnya?

Seperti para pengusaha Amerika yang ramai-ramai masuk ke dalam dunia politik praktis. Lalu setelah mereka menjadi penguasa barulah kemudian mereka membuat kebijakan-kebijakan dalam pemerintahannya yang kesemuanya menguntungkan bisnis mereka di belakang hari.

Misal, seperti masalah peperangan di berbagai belahan dunia. Para pengusaha di bidang persenjataan, mereka membuat kebijakan (dengan mengatas namakan pemerintah), ‘ingin menjaga’ perdamaian dunia. Maka dikirimlah pasukan dari Amerika yang bersenjata lengkap.

Nah persenjatannya ini mau tidak mau pemerintah akhirnya ‘membeli’ senjata produksi mereka.

Dan ternyata hal itu berbeda dengan prinsip para salafush shalih. 

dewan syuro para sahabat

Lihat saja peristiwa para dewan syuro bentukannya khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu. Mereka terdiri dari; Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah. 

Dalam musyawarahnya nampaknya ada satu nama yang mengerucut ke atas, yakni Abdurrahman bin Auf. Namun justru Abdurrahman bin Auf sendiri malah tidak berminat untuk menjabat sebagai khalifah pengganti khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu. 

Maka jalan yang diambil Abdurrahman bin Auf adalah mundur dari mencalonannya sebagai khalifah ketiga lalu beliau justru menjadi juru perdamaian dan penyambung hubungan antara kekuasaan dengan rakyat. 

Ya, sahabat Abdurrahman bin Auf menyerap semua aspirasi dan harapan dari masyarakat yang berada dibawah kekuasaan kekhalifahan. 

Dari sana lalu Abdurrahman bin Auf kembali pada dewan syuro dan menyampaikan ‘hasil temuan’ dan memberikan pandangannya.

Maka terjadilah suatu keputusan politik yang luar biasa; terpilihnya Utsman bin Affan radliyallahu ‘anhu sebagai khalifah ketiga, pengganti khalifah kedua, Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu.

Sebagaimana yang dikatakan imam Adz Dzahabi dalam kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/86. Di sana disebutkan bahwa dengan keputusan Abdurrahman bin Auf radliyallahu ‘anhu sebagai kandidat khalifah dan beberapa hari beliau terjun ke masyarakat, membuat semua problem dalam syuro menjadi terpecahkan.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button