Allah Ta’ala berfirman:
وَلَوْ شِـئْـنَـا لَرَفَـعْـنَـا وَلَكِـنَّـهُ أَخْـلَدَ إِلَى الْأَرْض وَاتَّـبَـعَ هَوَىهُ، فَـمَـثَـلُـهُ كَـمَـثَـلِ الْكَـلْبِ إِن تَـحْمِـلْ عَـلَيْـهِ يَـلْهَـثْ أَوْ تَـتْـرُكْـهُ يَـلْـهَث، ذَلِكَ مَثَـلُ الْقَوْمِ الَّـذِيْـنَ كَـذَّبُـوْا بِـآيَـاتِـنَـا، فَـاقْصُصِ الْقَصَصَ لَـعَـلَّـهُـمْ يَـتَفَـكَّـرُوْنَ.
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat ini, tetapi dia cenderung kepada dunia dan memperturutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Qs. Al A’raaf 176.
Sungguh bila melihat kisah nyata dari kehidupannya seorang Abdurrahman bin Auf radliyallahu ‘anhu, maka seakan ayat di atas cocok alias pas. Setidaknya yang berkaitan dengan urusan jabatan.
Ya, yakni bagi orang-orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya –meski dirinya pandai dan hebat- pasti akan Allah tenggelamkan. Namun bila dia semakin dekat dan taat kepada Allah maka dia akan ditinggikan derajatnya. Meskipun dirinya tidak meminta!

Lihat saja Abdurrahman bin Auf radliyallahu ‘anhu ini. Semua orang pasti mengatakan bahwa beliau adalah orang shalih. Dan dengan keshalihannya itulah akhirnya Allah angkat derajatnya.
Dan keshalihannya paling tidak terlihat dari dua kasus yang berbeda; ingin miskin tetapi malah semakin berlimpah hartanya. Dan beliau semakin menghindar dari jabatan, namun malah justru dikejar.
Sebagaimana riwayat di bawah ini:
Dari Juwairiyah bin Asma’; dari Malik, dari Az Zuhri, dari Sa’id bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash radliyallahu ‘anhu mengirim seorang laki-laki kepada Abdurrahman bin Auf yang saat itu Abdurrahman bin Auf sedang berkhotbah.
Kata Abdurrahman bin Auf khotbahnya, “Angkatlah kepala kalian untuk selalu memperhatikan urusan manusia”. Maksudnya berdoalah untuk dirimu sendiri.
Maka berkatalah Abdurrahman bin Auf, “Ibumu telah berduka atas kamu salahkan dia! Tidak ada seorang pun yang akan mengikuti masalah ini seumur hidupnya kecuali orang-orang akan menyalahkannya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/87.
Ya, maksud dari perkataan beliau adalah jika seseorang terjerumus ke dalam kubangan –mengejar- kekuasaan, maka dia pasti akan diminta pertanggung jawabannya. Nah jika ternyata dirinya tidak amanah? Tentu akan berurusan dengan hukum bukan?
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
