Zuhud Terhadap Ketenaran 5

Dari Ibnu Sa’ad, Abdul Aziz Al Uwaisi memberitahu kami, Abdullah bin Ja’far memberitahu kami, dari Abu Bakar dari ayahnya Al Maswar, katanya, ‘Ketika Abdurrahman bin Auf radliyallahu ‘anhu mengambil alih (sebagai pimpinan dewan syuro), saat itu beliau adalah orang yang palilng dicintai orang banyak. Namun Abdurrahman bin Auf meninggalkannya.

Kemudian Amru bin Ash menemui saya seraya bertanya, “Demi Allah. Bagaimana pendapatmu tentang pamanmu (yang bernama) Abdurrahman bin Auf?”. 

“Dia menyuruh seseorang untuk menjadi khalifah padahal dia sendiri sebenarnya mampu”.

Maka saya (Al Maswar) menemui Abdurrahman bin Auf an mengatakan hal itu kepadanya. Kemudian Abdurrahman bin Auf berkata:

وَاللهِ، لَأَنْ تُـؤْخَـذَ مَدْيَـةٌ فَـتُـوْضَعَ فِى حَلْـقِى ثُـمَّ يُـنْـفَدَبِـهَـا أَحَبّث إِلَـيَّ مِنْ ذَلِـكَ.

Abdurrahman bin Auf

“Demi Allah, seandainya diambilkan pisau lalu diletakkan ke atas leherku, kemudian kalian menusuknya hingga tembus ke belakang, itu lebih aku sukai daripada menerima jabatan (kekhalifahan) tersebut”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/87-88.

Subhaanallah! Sangat berbeda sekali beliau dengan manusia dewasa ini. Jika manusia dewasa ini justru berebut untuk menjadi pemimpin. Mereka bahkan berani menempuh jalan apa saja demi tercapainya mimpinya ini. Apalagi yang diperebutkan puncuk pimpinan di suatu negara, kekhilafahan. Wah bisa jauh lebih ‘bersemangat’ lagi.

Padahal jika ditelusuri ternyata kisah ini berawal ketika menjelang ajalnya, khalifah kedua, Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu telah menunjuk enam orang sahabat Rasulullah agar keenam orang tersebut melakukan musyawarah sendiri untuk memilih salah satu dari enam orang itu untuk diangkat menjadi khalifah ketiga sepeninggalnya.

Adapun keenam orang itu adalah; Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah dan Sa’ad bi Abi Waqqash.

Sebenarnya dari keenam sahabat yang ditunjuk khalifah Umar bin Khaththab itu, kansnya yang paling tinggi dan peluang yang paling besar untuk menjadi khalifah ketiga adalah Abdurrahman bin Auf. Namun begitu ternyata malah Abdurrahman bin Auf mundur dari kandidat yang digadang.

Makanya Amru bin Ash pun coba mendatangi keponakannya guna ‘mengembalikan’ Abdurrahman bin Auf dari kandidat kuat untuk menjadi khalifah ketiga.

Namun ternyata jawaban Abdurrahman bin Auf seperti di atas.

Jadi beliau memang betul-betul tidak silau dengan ketenaran.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button