Zuhud Terhadap Ketenaran 2

Sungguh para salafush shalih itu benar-benar tidak suka dengan ketenaran. Hal itu sangat berbeda dengan manusia dewasa ini. Bahkan tidak sedikit dari manusia dewasa ini yang melakukan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi namun dilakukannya. Hal itu demi meraih ketenaran dirinya. 

Maka bagi orang yang masih memiliki keinginan dan bermimpi agar bisa meraih ketenaran, alangkah baiknya bila mau memperhatikan kisah yang terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ berikut ini:

Abu Musa bin ‘Uqbah berkata dalam bukunya MAGHAAZIIHI; salah satu peperangan yang pernah dipimpin Amru bin ‘Ash adalah perang Dzatus Salaasil yang terletak pinggiran Syam. Saat itu Amru bin ‘Ash merasa takut dengan orang-orang di sekitarnya. 

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun langsung menyemangatinya. Beliau juga menugaskan Abu Bakar dan Umar untuk memimpin pasukan dari Muhajirin. Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai pimpinan pasukan mereka (dalam membantu pasukan Amru bin ‘Ash pada perang Dzatus Salaasil). 

Maka tatkala pasukan tambahan pimpinan Abu Ubaidah bin Jarrah sudah sampai dihadapan Amru bin ‘Ash, Amru bin ‘Ash berkata, “Saya adalah pimpinan kalian”.

amr bin ash

Lalu orang-orang Muhajirin berkata, “(Tidak) tetapi engkau adalah pimpinan sahabat-sahabatmu (dari kaum Anshar)”.

Kemudian Amru bin ‘Ash berkata, “Kalian adalah bala bantuan yang saya minta”.

Maka tatkala melihat ketegangan itu Abu Ubaidah bin Jarrah langsung menenangkan pasukannya. Dialah orang sebaik-baik akhlak, yang mampu menenangkan pasukan dan mengikuti perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan selalu menapati janjinya. Oleh karenanya, kepemimpinan psaukan benar-benar diserahkan kepada Amru bin ‘Ash. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/8-9. 

Dari kisah di atas menunjukkan bahwa sebenarnya masing-masing dari mereka (baik itu Amru bin ‘Ash maupun Abu Ubaidah bin Jarrah) sama-sama tidak ingin ‘menepuk’ dadanya masing-masing. Mereka hanya menempatkan diri pada posisinya masing-masing. 

Anru bin ‘Ash yang mengatakan bahwa dirinya adalah pimpinan mereka tertinggi itu bukan berarti ingin menyombongkan dirinya. Melainkan hanya untuk memberitahukan bahwa pasukan yang dipimpinnya adalah memang benar-benar atas penunjukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Bisa dibayangkan bukan, seandainya pasukan dari Muhajirin hanya mau taat kepada Abu Ubaidah bin Jarrah radliyallahu ‘anhu? 

Dan, kembali lagi, seorang Abu Ubaidah bin Jarrah –yang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam disebut sebagai orang kepercayaan umat- juga tidak mau memanfaatkan orang-orang Muhajirin yang dibawanya dari Madinah untuk menolak kepemimpinannya Amru bin ‘Ash. Beliau justru malah menyerahkan tampuk kepemimpinan sepenuhnya kepada Amru bin ‘Ash.

Hal itulah yang membuat pasukan semakin solid.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button