Seringkali ketika ada orang atau ustadz yang menyebut kata zuhud maka langsung secara reflek yang terbetik dalam benak setiap insan beriman adalah; kehidupan yang ala kadarnya dan cenderung pada hidup susah dalam hal finansial.
Tetapi ternyata ‘prasangka’ itu langsung terbantahkan oleh para salafush shalih sendiri. Sebagaimana yang diceritakan; dari Abil Abbas As Saraj, saya mendengar Ibrahim bin Basyar, saya mendapat kabar dari Ali bin Fudhail, beliau berkata, ‘Saya mendengar bapakku berkata kepada Abdullah bin Mubarak, “Engkau menyuruh kami agar zuhud dan tidak banyak mengumpulkan harta, serta hidup sederhana. Namun kami justru melihat engkau datang dengan harta dagangan. Bagaimana ini?”.
Abdullah bin Mubarak menjawab, “Wahai Abu Ali. Aku melakukan ini hanya untuk menjaga wajahku, memuliakan kehormatanku dan untuk menolongku dalam ketaatan kepada Robbku”.
Bapakku berkata, “Duhai Abdullah bin Mubarak, betapa indahnya kalau bisa demikian”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 8/387.

Maka benarlah apa yang dikatanya IbnuTaimiyah tentang zuhud. Kata beliau, yang dimaksud dengan zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang berkaitan dengan (segala) urusan keduniaan bila urusan tersebut memang tidak bermanfaat untuk akhirat.
Hal yang sama juga dilakoni oleh Abdullah bin Mubarak bukan? Yakni beliau menganjurkan banyak manusia agar selalu hidup zuhud. Namun –seperti pertanyaan di atas-, beliau sendiri juga pedagang. Bahkan termasuk pebisnis!
Lho?
Iya. Ternyata hasil bisnisnya untuk akhirat.
Bukankah sudah masyhur bahwa ada seorang muridnya Abdullah bin Mubarak yang ingin ikut berhaji dengan beliau?
Bagi sang murid, dengan ikut berhaji bersama gurunya tentu nanti dia akan ada yang membimbingnya. Sementara dirinya sudah menyiapkan semua biaya untuk dirinya sendiri.
Namun kenyataannya Abdullah bin Mubarak mengatakan bahwa jika ingin ikut berhaji bersama beliau sang murid harus mau tunduk ikut apa kata beliau. Dan ternyata di luar dugaan. Sejak keberangkatannya hingga pulang dari ibadah haji, semua dibiayai oleh Abdullah bin Mubarak. Subhaanallah.
Nah inilah salah satunya alasan bahwa kekayaan dan bisnisnya Abdullah bin Mubarak itu untuk hal-hal seperti ini. Belum lagi dengan kedermawanannya beliau terhadap kaum muslimin yang memang sangat membutuhkan.
Maka tidak mengherankan bila Allah sendiri juga telah mengingatkan agar manusia tidak lupa dengan kehidupan dunia tetapi tetap harus memikirkan tentang kehidupan akhirat yang hakiki.
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Qs. Al Qashshash 77.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
