Amir bin Qais adalah sosok tabi’in yang taat dan pahlawan Islam. Selain itu, Amir bin Qais pun juga termasuk orang yang shalih. Sebagaimana pernyataan dari seorang tentara Islam, “Aku melihat Amir bin Qais sering mengintai musuh dan juga sering mendengar doa-doanya”.
Hal itu menunjukkan bahwa Amir bin Qais memang seorang yang tulus dalam segala hal. Terutama saat berjuang untuk dan di saat memikirkan masalah akhirat. Oleh karenanya beliau selalu hidup zuhud.
Sebagai seorang pejuang Islam maka beliau tunjukkan dengan cara beliau pergi ke Bashrah. Sebab saat itu khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu bertekad menjadikan kota tersebut sebagai markas pasukan Islam yang sedang berperang melawan negeri Persia. Selain itu Bashrah juga dijadikan sebagai pusat dakwah Islam di wilayah sekitar.
Masalah akhiratnya? Hal itu terlihat setiapkali selesai urusan kemiliteran, Amir bin Qais segera ke atas bukit lalu mengikat kudanya. Kemudian Amir bin Qais khusyuk beribadah dan munajat kepada Allah Ta’ala.
Dalam munajatnya, beliau berdoa, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tiga hal dan Engkau telah memberikan dua halnya kepadaku; berilah aku yang ketiga agar dapat beribadah kepada-Mu kapan saja ku inginkan”.

Kemudian beliau sadar bahwa dirinya sedang diawasi. Maka beliau segera menemui orang yang sedang mengawasi tersebut dan bertanya, “Sepertinya engkau mengawasiku, kenapa?”.
Temannya menjawab, “Janganlah membicarakan masalah ini. Katakanlah kepadaku, apakah keinginanmu yang ketiga ini di mana Allah telah memberikan dua keinginanmu dan belum memberikan (keinginanmu) yang ketiga?”.
Amir bin Qais berkata, “Janganlah engkau mengatakan kepada siapapun selama aku masih hidup. Keinginanku yang pertama; keluarkanlah dari hatiku kecintaan pada kaum wanita. Sebab tak ada sesuatu yang ku takuti selain kebrutalan dorongan seksual berkenaan dengan para wanita dalam merusak agamaku. Permohonanku itu telah terkabulkan dan kini para wanita yang bukan mahramku di mataku tidak ada bedanya dengan dinding”.
Permohonanku yang kedua adalah; tiada yang ku takuti selain Allah. Dan sekarang aku memohon yang ketiga, yaitu hendaknya Allah mengambil tidurku agar aku dapat beribadah kepada-Nya kapan saja aku mau; namun sampai sekarang akumasih belum mendapatkan keinginanku yang satu ini”.
Kemudian hal itu terlihat di saat menjelang beliau meninggal dunia. Sebagaimana diceritakan Qatadah di bawah ini;
Qatadah bercerita, ‘Suatu hari, dlam kondisi sakaratul maut, Amir bin Qais menangis. Maka orang-orang pun bertanya, “Mengapa engkau menangis?”.
Amir bin Qais menjawab, “Aku menangis bukan karena takut mati dan cinta kepada dunia, melainkan karena aku tak akan lagi berpuasa di hari-hari yang sangat panas, serta beribadah di malam-malam hari yang sangat dingin”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laami Nubalaa’ 4/19.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
