Para Salaf sangat Zuhud Bag.5

Dari Abdurrahman bin Yazid dari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kalian (wahai para tabi’in) lebih panjang shalatnya dan lebih banyak kesungguhannya (dalam amalan dhahir) dibandingkan para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Akan tetapi mereka para sahabat lebih mulia daripada kalian”.

Lalu ada yang bertanya, “Mengapa demikian?”.

Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu menjawab, “Karena mereka (para sahabat) lebih zuhud di dunia dan lebih berharap balasan di akhirat daripada kalian (para tabi’in)”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 1/420.

Ini adalah pernyataan yang sama sekali tendensius untuk berbangga diri terhadap kelompoknya (sebagai sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam). Melainkan ini sebagai sebuah ‘teguran’ kepada umat Islam setelah mereka (para sahabat). Kok bisa?

Sebab memang sejak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam meninggal dunia, kebanyakan kaum muslimin mulai mencintai dunia yang fana ini. Hal itu disebabkan perbedaan keadaan pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam semasa hidup dan sesudahnya. 

shabat dan tabiin

Bila pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, orang-orang yang memusuhi Islam sangatlah banyak; mulai dari musyrikin Quraisy hingga kaum Yahudi dari ketiga kabilah yang ada di Madinah.

Sehingga hidup mereka sangat-sangat mengenaskan. Namun begitu mereka sangat enjoy dengan kehidupan yang para sahabat alami. Sebab mereka melakukan seperti itu sebagai sebuah pilihan hidup mereka. Hal itulah yang membuat mereka sama sekali tidak pernah mengeluhkan tentang kesulitan hidup yang mereka alami.

Bukankah kebanyakan dari para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah orang kaya? Lihat saja Abu Bakar Ash Shiddiq. Dalam riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar Ash Shiddiq telah memerdekakan budak muslim sebanyak 7-9 orang. Salah satunya Bilal bin Rabbah.

Padahal jika mau dikalkulasi harga seorang budak itu senilai 2 milyard. Jadi bisa dibayangkan bukan?

Tetapi setelah para As Saabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam) masuk Islam, maka mereka benar-benar all out dalam memperjuangkan Islam. Hingga harta merekapun dengan ringan mereka ‘taburkan’ di jalan Islam.

Sementara para tabi’in, sungguh mereka belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Maka tidak mengherankan jika Allah Ta’ala sendiri telah menyiapkan mereka dengan surga. Sebab pengorbanan mereka yang luar biasa. Bahkan Allah pun mengabadikan mereka dalam Al Qur’an.

Orang-orang yang terlebih dahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. Qs. At Taubah 100.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button