Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.8

Pernahkah mendengar atau melihat bagaimana tersinggungnya ketika ada orang yang sedang berbicara kemudian tiba-tiba ada orang yang menyelanya? Atau memotong pembicaraan orang yang berbicara tersebut?

Sungguh ini adalah suatu adab dalam berbicara dlam majllis dan adab dalam berbicara dengan orang lain serta adab dalam menyampaikan sesuatu. 

Ya, memang bila berbicara mengenai adab maka ada ‘sesuatu’ yang kebanyakan orang melihatnya sebagai suatu kelemahan. Sebab bagi orang hari ini, adab sudah teramat sangat dilupakan atau bahkan sudah dibuang jauh-jauh. Terutama orang –orang yang bekerja di wilayah politik dan wilayah hukum positif.

Lihat saja ketika terjadi live di dewan atau live saat ada suatu persidangan dalam suatu kasus. 

Ternyata diamnya ‘lawan’ dalam persidangan itu hanya untuk mencari celah atau titik kelemahan lawan. Dan ketika dia menemukan titik celahnya maka segera dia menyerangnya.

Padahal cara-cara seperti di atas sungguh tidak dibenarkan dalam Islam. Sebab hal seperti itu disebut menjatuhkan martabat saudara (lawan)nya dalam persidangan atau dalam diskusi. 

jangan memotong pembicaraan

Adapun yang dibenarkand alam Islam adalah ketika seseorang telah diberi waktu atau peluang untuk berbicara, maka saat itulah dirinya diperolehkan untuk berbicara. Itupun  harus dengan cara-cara yang santun, tidak boleh menyerang lawan yang “berbeda” dengan dirinya. Atau walau menyindir sekalipun tidak boleh.

Rasyid bin Saad berkata, kami mendapatkan berita dari Al Hajjaj bin Syidaad, beliau pernah mendengar Ubaidillah bin Abi Ja’far (beliau adalah salah satu ahli hukum di Mesir pada masanya) berkata, “Jika seseorang sedang berbicara dalam suatu pertemuan dan dia suka (pandai, maksudnya, pen) berbicara, maka dia harus menahan diri. Dan jika dia diam (yaitu tidak berbicara) dan dia suka diam, maka hendaknya dia berbicara”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 6/10.

Cobalah perhatikan bagaimana seorang ahlli hukum pada masa itu. Yakni seorang Ubaidillah bin Abi Ja’far, orang yang ahli dalam bidang hukum. Beliau sangat menekankan agar menghormati orang lain. Beliau mengajarkan agar murid-muridnya diam ketika ada orang lain yang sedang berbicara atau berkhotbah atau sedang memberikan penjelasan, maka beliau menganjurkan untuk tidak menyela pembicaraannya. Walaupun mungkin pada isi ceramahnya/penjelasannya itu ada kesalahan.

Kenapa begitu?

Sebab jika hal itu dilakukan (langsung menegurnya) bisa jadi orang yang sedang khotbah atau presentasi atau sedang memberikan penjelasan itu grogi dan bisa berakibat fatal. Patah semangat, misalnya.

Ya, itulah adab. Dan ternyata dengan adab itu tidak membuat seseorang yang berilmu itu menjadi rendah atau ‘terlupakan’ oleh manusia.

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga demikian? Belilau selalu diam dan mendengarkan ucapan lawan bicaranya hingga lawan bicaranya selesai? Lalu baru beliau menjawab atau menerangkan atau menjawab pembicaraan lawan berbicaranya?

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button