Dari Wahab bin Munabbih rahimahullah Ta’ala, dia berkata, “Berhati-hatilah terhadap tiga poin pesan dariku; nafsu yang diperturutkan, teman yang buruk dan ujub (berbangga terhadap diri sendiri”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 4/549.
Inilah pesan dari salah satu salafush shalih. Pesan dari seorang yang mukhlis. Walau sekilas pesannya biasa-biasa saja, tetapi ingat bahwa ternyata bila ketuga poin itu diremehkan ternyata mampu menjatuhkan martabat seseorang.
Betapa tidak?
Nafsu yang diperturutkan;
Untuk masalah memperturutkan hawa nafsu sebenarnya hari ini sudah boleh dibilang bahwa Allah telah memberi banyak sekali peringatan. Tetapi memang kebanyak manusia paling suka mengingkari demi melenggangkan hawa nafsunya.
Ya, sebenarnya para pelaku maksiat itu sadar bahwa bila memperturutkan hawa nafsu itu akan berakibat fatal. Namun mereka ‘berusaha’ menangkalnya demi melanjutkan maksiatnya; memperturutkan hawa nafsu!
Di antaranya mereka memproduksi (maaf) kondom, suntik anti virus atau yang lainnya. Yang intinya mereka ingin menantang Allah. Seakan mereka mengatakan, “Ini lho kami tetap bisa maksiat dan mengumbar syahwat kami. Sebab kami buat penagkalnya”.

Tetapi ingatlah bahwa sehebat apapun penangkalnya, bila maksiat ya tetap saja Allah murka. Lihatlah bagaimana Allah mengadzab kaumnya nabi Luth yang telah Allah abadikan dalam surat Al Hijr 73-74.
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Qs. Al Hijr 73-74.
Teman yang buruk;
Dalam pepatah bahasa Arab disebutkan:
عَـدُوٌّ عَـاقِلٌ خُيْـرٌ مِنْ صَدِيْـقٍ جَـا هِـلٍ.
Musuh yang pandai/cerdas itu lebih baik daripada teman yang bodoh.
Maksudnya bukan berarti kalau ingin berteman harus pilih-pilih. Tetapi jadikanlah teman itu sebagai guru yang baik dan bermanfaat. Jangan sampai berteman dengan orang yang suka mengajak pada maksiat. Dan jangan berteman dengan orang yang culas atau yang buruk perangainya. Sebab teman itu pasti sedikit banyaknya akan bisa mempengaruhi perilaku seseorang yang menjadi temannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa orang yang berteman dengan penjual minyak maka pasti akan mencium bau wanginya. Dan bila berteman dengan tukang pandai besi maka akan mendapatkan asapnya dan percikan apinya.
Ujub (berbangga terhadap diri sendiri);
Inilah yang terakhir, urusannya (ujub) sangatlah berbahaya. Sebab secara perlahan akan bisa merusak keimanan jika dibiarkan.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
