Para Salaf Sangat Rendah Hati Bag.2

Menjadi anak seorang yang banyak jasanya itu seakan menjadi ‘sesuatu’ sekali bagi manusia dewasa ini. Sebab ‘trah’ dari orang tuanya yang akhirnya mau tidak mau dirinya juga ikut menjadi orang yang terkenal. Selain itu juga ‘memanjakan diri’ untuk meraih segala sesuatu yang diinginkannya.

Dan sudah berapa banyak orang yang ‘memanfaatkan’ momen seperti ini untuk menaikkan pamornya atau mempertahankan kedudukannya. Ya, hal itu disebabkan karena faktor keturunan!

Namun begitu, faktor keturunan oleh para salafush shalih justru sama sekali tidak dimanfaatkan dan bahkan mereka berusaha untuk menutup-nutupi trah keturunannya itu agar dirinya lebih leluasa beribadah kepada Allah dan menjadi manusia sempurna.

Lihat saja sebagaimana yang dikutip dan kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ di bawah ini;

Dari Ma’mar, dari Ayyub, dari Nafi’ atau yang lainnya, suatu saat ada seorang laki-laki memanggil Abdullah bin Umar, “Wahai manusia terbaik”, atau, “Wahai putra manusia terbaik”.

abdullah bin umar

Maka Abdullah bin Umar berkata, “Aku bukanlah manusia terbaik, namun aku adalah hamba Allah. Aku (juga) berharap kepada Allah dan takut kepada-Nya. Demi Allah, kamu tidak akan menyimpang dari manusia sampai kamu membinasakannya (sendiri)”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/236.

Ya, Abdullah bin Umar tidak mau terjebak dan terjerembab dalam kubangan trah. Sebab bila terjebak dalam kubangan trah maka bisa jadi beliau akan terjerembab dalam dua kubangan yang kesemuanya tidak baik; kesyirikan dan semena-mena.

a. Kesyirikan.

Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala telah memperingatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam agar jangan sampai berbuat syirik. Sebab apabila Rasulullah berbuat syirik semua amalan beliau pun akan Allah hapuskan. Lha apalagi ini hanya sekedar trah dari orang yang berjasa kepada Islam, tentu jauh dibandingkan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Qs. Az Zumar 65.

Apa korelasinya antara trah dengan kesyirikan?

Sudah berapa banyak orang yang sombong karena trah dari nenek moyangnya? Makanya Abdullah bin Umar menghindari  itu salah satunya.

b. Semena-mena.

Selain bisa terjebak dalam kubangan kesombongan, ada juga orang yang berbangga dengan keturunan itu berbuat semena-mena dengan orang lain. Apalagi jika orang tua atau nenek moyangnya dari trah/keturunan orang yang terpandang. Maka tidak sedikit dari orang-orang yang seperti ini berbuat semena-mena dengan orang lain.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button