Dari Ahmad bin Yunus Al Yarbuu’i, kami mendapatkan berita dari Mu’awiyah bin Hafsh, dari Dawud bin Muhajir, dari Ibnu Muhairiz; beliau pernah berkata kepada Fadhalah bin Ubaid, kata saya (Ibnu Muhairiz) kepada Fadhalah bin Ubaid, “Berilah aku wasiat”.
Maka Fadhalah bin Ubaid berkata, “Ada beberapa hal yang semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala menjadikannya berguna bagimu. Jika engkau sanggup tidak dikenal orang, maka lakukanlah (usahakanlah). Jika engkau mampu hanya mendengar tanpa berbicara maka lakukanlah (usahakanlah). Dan jika engkau mampu hanya menghadiri majlis tanpa orang datang ke majlismu maka lakukanlah (usahakanlah)”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/116.
Sungguh ini adalah nasehat yang sangat berguna sekali bagi setiap generasi yang senantiasa istiqamah mengikuti jejak para salafush shalih. Ya, suatu generasi tangguh yang pernah hadir dalam sejarah kehidupan manusia.

Dan sebenarnya penduduk bumi saat ini pun sangat membutuhkan jiwa-jiwa ‘ksatria’ seperti mereka ini. Sebab penduduk bumi hari yang ada justru sifat dan wataknya berbanding terbalik dengan generasi para salafush shalih ini. Yaitu, mereka terkenal, bicaranya selalu didengar orang lain, dan majlisnya mampu menyedot manusia dari berbagai daerah untuk datang menghadirinya.
Intinya mereka ingin semua kegiatannya benar-benar terekspos sementara manusia lain terkagum-kagum dengan dirinya.
Padahal justru itu akan bisa menjerumuskan dirinya ke dalam kubangan riya’ dan sum’ah. Yang dengan begitu berarti dia justru terseret pada perbuatan syirik kecil, bila tidak segera menyadarinya.
Maknanya bahwa nasehat Fadalah bin Ubaid itu memiliki dua arti sekaligus; agar menjadi orang biasa namun berdedikasi tinggi dan menjadi insan yang tawadhu’. Sebagaimana firman Allah:
Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, jauhkan adzab Jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Qs. Al Furqaan 63-67.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
