Para Salaf Sangat Takut dengan Kemasyhuran

Menjadi orang kesohor dan terkenal itu menjadi dambaan kebanyakan orang. Bahkan tidak sedikit dari mereka, karena memang berambisi agar kesohor, yang suka upload wajahnya di sosmed. 

Apalagi bagi orang yang ingin menjadi seorang pemimpin. Ya, di zaman kebebasan ini orang-orang yang kaya sering memaknai cara bersyukurnya dengan cara berbagi kepada para calon konstitunnya. 

Harapannya semakin banyak ‘bersedekah’ kepada calon konstitunnya maka dia anggap akan semakin banyak pula kelak suara yang akan didapatkannya. 

Selain itu dia harus banyak-banyak menyebar foto dirinya atau bahkan membuat profil tentang dirinya yang bagus-bagus saja. 

Padahal seandainya dirinya terpilih lalu ternyata dirinya mengajak manusia pada perbuatan yang menentang Allah, maka sama artinya telah mengajak manusia ke dalam jurang neraka Jahannam bukan?

Padahal Allah sendiri telah memperingatkan dalam ayat-Nya tentang bagaimana dialog para penghuni neraka. Mereka meminta kepada Allah agar Allah melipat gandakan adzab kepada para pemimpinnya yang telah menjerumuskannya ke dalam neraka Jahannam itu.

Para Salaf Sangat Takut dengan Kemasyhuran

يَـوْمَ تَـقَـلَّـبُ وُجُوْهُـهُـمْ فِى النَّـارِ يَـقُـوْلُـوْنَ يَـا لَيْـتَـنَـآ أَطَعْـنَـا اللهَ وَ أَطَعْـنَـا الرَّسُـوْلًا. وَقَـالُـوْا رَبَّـنَـآ إِنَّـآ أَطَعْـنَـا سَادَتَـنَـا وَكُـبَـرَآءَنَـا فَـأَضَـلُّـو نَـا السَّبِـيْـلَا. رَبَّـنَـآ ءَاتِـهِـمْ ضِعْـفَـيْـنِ مِنَ الْعَـذَابِ وَالْعَـنْـهُـمْ لَـعْـنًـا كَبِـيِـرًا.

Pada hari ketika muka mereka dibolak balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Wahai Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. Qs. Al Ahzaab 66-68. 

Jadi dari sinilah para salafush shalih sangat berhati-hati sekali terhadap ketenaran. Bahkan banyak dari mereka yang tidak suka bila dirinya tenar. Sebab ditakutkan bila kelak menjadi tenar lalu semua perilakunya diikuti banyak manusia. Dan (bila ternyata) yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan, maka kelak dirinya akan dimintai pertanggung jawaban atas orang-orang yang mengikutinya.

Dan berikut inilah salah satu contoh kejadian yang pernah terjadi pada diri Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu.

Dari Hubaib bin Abi Tsabit, dia berkata, ‘Suatu saat Abdullah bin Mas’ud keluar rumah lalu ada beberapa orang yang mengikutinya dari belakang. Maka Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada mereka, “Apakah kalian memiliki keperluan?”.

Mereka menjawab, “Tidak. Kami hanya ingin berjalan bersamamu saja”.

Lalu Abdullah bin Mas’ud berkata kepada mereka, “Pulanglah. Sebab sesungguhnya (jika kalian tetap berjalan di belakang saya) hal itu akan menjadi hina bagi yang diikuti dan akan menjadi fitnah bagi orang yang mengikutinya”. Terdapat pada kitab Shiffatus Shafwah 1/406.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button