Salaf dan Ketakutan Mereka Terhadap Allah dan Cara Mendekatkan Dirinya Bag.7

Bila mau menelisik dari segala sisi kehidupan para salafush shalih maka akan didapatkan ribuan pelajaran. Sebab walau hanya sebentar saja ada suatu peristiwa maka mereka segera mengkaitkan dengan kehidupan akhirat. Sehingga hal itu membuat mereka akan takut bila melakukan suatu kemaksiatan sekecil sekalipun. Sebab mereka selalu saja teringat akan kematian dan akhirat. Setidaknya sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Al Qasim bin Muhammad di bawah ini:

Dari Al Qasim bin Muhammad, dia berkata, “Kami pernah bepergian bersama Abdullah bin Mubarak. Selama perjalanan, seringkali terbetik dalam hatiku, lalu aku berkata dalam hati, ‘Kelebihan apakah yang dimiliki orang ini dari kami sehingga dia terkenal di tengah masyarakat luas ini?

Kalau dia shalat, kami juga shalat. Kalau dia berpuasa, kami juga berpuasa. Kalau dia perperang, kami juga berperang. Dan kalau dia menunaikan ibadah haji, kami juga menunaikan ibadah haji?’.

Maka pada suatu malam, ketika itu kondisi sudah malam. Kami berjalan-jalan melewati kota Syam. 

takut kepada Allah ketika sendiri

Kami pun istirahat dan berhenti di suatu rumah. Tuan rumah menyajikan kepada kami makanan untuk makan malam.

Dan tiba-tiba lampu padam. Sebagian dari kami pun bangkit untuk mengambil lamu yang padam tersebut, atau keluar untuk mencari penerangan. 

Lampu itu kemudian dibawanya sejenak untuk dinyalakan.

Ketika lampu sudah dinyalakan dan didatangkan kepada kami, pandanganku pun tertuju kepada Abdullah bin Mubarak.

Saat itu, saya melihat wajah Abdullah bin Mubarak dan jenggotnya basah oleh air mata. Saya pun berkata dalam hati, ‘Karena rasa takut (khasy-yah) inilah agaknya, orang ini diistimewakan lebih atas kami. Barangkali ketika tak ada lampu, lalu gelap, dia ingat akan Hari Kiamat”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 4/145.

Itulah yang membedakan antara manusia biasa dengan (setidaknya) ulama pewaris kenabian.

وَمِنَ النَّـاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْـعَـامِ مُـخْتَـلِـفٌ أَلْـوَانُـهُ كَـذَلِـكَ، إِنَّـمَـا يَـخْـشَى اللهَ مِنْ عِـبَـادِهِ الْعُـلَـمَـاءُ، إِنَّ اللهَ عَـزِيْـزٌ غَـفُـوْرٌ.

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Qs. Faathir 28.

وَأَمَّـا مَنْ خَافَ مَقَـامَ رَبِّـهِ وَنَـهَى النَّـفْسَ عَـنِ الْهَـوَى. فَـإِنَّ الْجَـنَّـةَ هِـيَ الْمَــأْوَى.

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). Qs. An Naazi’aat 40-41.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button