Introspeksi diri adalah kebiasaan yang selalu dilakukan para salafush shalih terdahulu. Tujuannya agar dirinya tidak sombong dengan sesuatu yang telah diperbuat atau dengan amal yang telah dilakukannya. Kok bisa?
Ya, sebab jika tidak pernah melakukan introspeksi diri maka seakan dirinya telah menganggap telah banyak berbuat amal shalih. Padahal justru yang ditakutkan itu, jika ternyata karena merasa diri telah banayk beramal shalih itulah akhirnya diri merasa paling banyak pahalanya dan paling terdepan akan masuk surga. Sehingga timbullah rasa sombong lalu suka meremehkan orang lain.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
الْكَيْـسُ مَنْ دَانَ نَـفْسَـهُ وَعَـمِـلَ لِـمَا بَـعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْـبَـعَ نَـفْسَـهُ هَوَاهَـا وَتَـمَـنَّى عَـلَى اللهِ الْأَمَانِى.
“Orang yang cerdas (berakal) adalah orang yang menghisap dirinya dan beramal untuk akhirat. Dan orang yang lemah adalah orang yang menundukkan dirinya kepada hawa nafsunya dan angan-angan kepada Allah”. Hadits riwayat Tirmidzi.

Sementara Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu berkata:
حَاسِبُـوْا أَنْـفُسَـكُـم قَـبْلَ أَنْ تُـحَاسَـبُوْا، وَزِنُـوْا أَنْـفُسَـكُـمْ قَبْـلَ أَنْ تُـوْزَنُـوْا، فَـإِنَّـهُ أَهْـوَنُ عَـلَيْكُـمْ فِى الْحِـسَابِ غَـدًاأَنْ تُـحَاسَـبُوْا أَنْـفُسَـكُـمُ الْيَـوْمَ، وَزَيَّـنُـوْا لِـلْعَـرْضِ الْأَكْـبَرِ وَيَـوْمَئِـذٍ تَـعْرَضُوْنَ لَا يَـخْفَى مِنْـكُـمْ خَفِـيَـةٌ.
“Hisaplah diri kalian sebelum kalian dihisap dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Sebab dengan menghisap diri kalian hari ini akan memudahkan hisap di hari esok. Berhiaslah kalian (dengan amal shalih) untuk menghadapi pertemuan besar (hari Kiamat). Pada hari itu perbuatan kalian akan ditampilkan dan tidak ada yang tersembunyi sedikitpun”. Diriwayatkan Imam Ahmad.
Dan kebiasaan muhasabah ini secara terus menerus dilakukan oleh generasi salafush shalih setelahnya. Sebagaimana informasi yang didapatkan dari Qabishah bin Qais Al ‘Anbari, dia berkata, bahwa Dhahak bin Muzahim apabila sudah memasuki waktu sore beliau selalu menangis. Saat ditanya, ‘Apa yang membuatmu menangis?’.
Dia menjawab, “Aku tidak tahu apakah amalku hari ini akan diterima (Allah Ta’ala)”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 4/150.
Subhaanallah, sungguh berbeda sekali dengan generasi hari ini. Sungguh sangat sedikit sekali orang yang mau muhasabah (menghisap diri sendiri/intropeksi).
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
