Salaf dan Ketakutan Mereka Terhadap Allah dan Cara Mendekatkan Dirinya Bag.4

Pada hari ini banyak ditemukan motivator tentang karir, bisnis, property, dan masih banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan dunia dan keindahannya. Tetapi amat sangat sedikit sekali motivator yang mengarahkan atau yang mengajak untuk berfikir tentang akhirat. 

Berbeda dengan zaman dahulu. Sejak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hingga para tabi’in selalu mereka menjadi motivator untuk kehidupan akhirat. Meski ada yang tidak dengan cara memberi ceramah di mimbar-mimbar, melainkan mereka terkadang dengan muamalah (praktek) atau hanya sekedar memberi wasiat kepada anak-anaknya atau anak didiknya atau siapa saja yang memang dirasa orang tersebut pas untuk diberikan pencerahan untuk kehidupan akhiratnya.

Salah satunya adalah ‘Atha’ Al Khurasani. Beliau adalah salah satu tabi’in. Bila dilihat dari nama belakangnya maka dapat diketahui bahwa beliau berasal dari Khurasan, kalau sekarang sekitar Afghanistan. 

Beliau adalah ulama tabi’in yang zuhud terhadap dunia, meski sebenarnya bila beliau berkehendak tentu beliau bisa menjadi orang kaya. Namun beliau lebih memilih untuk menjadi seorang yang wara’ (lebih mementingkan akhirat sedang dunia hanya sekedarnya saja). 

zuhud para sahabat

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abdirrahman bin Yazid bin Jabir, dia berkata, aku mendapatkan cerita (dari) pamanku Yazid bin Yazid bin Jabir, dari ‘Atha’ Al Khurasani bahwa beliau berkata, “Aku tidak akan berwasiat kepada kalian tentang dunia kalian. Sebab untuk urusan dunia kalian jauh lebih pakarnya. Dan kalian mampu menjaganya (dunia kalian). Oleh karena itu aku akan berwasiat kepada kalian tentang urusan akhirat kalian. 

Maka ambillah (bekal) yang ada di alam yang fana ini untuk (dibawa) ke alam yang abadi. Buatlah dunia itu sebagai sesuatu yang pasti akan kalian tinggalkan. Maka demi Allah, kalian pasti akan meninggalkannya. Dan buatlah kematian itu sebagai sesuatu yang pasti akan kalian rasakan/lalui. Dan demi Allah, kalian sama sekali tidak akan mampu untuk mencegahnya. 

Jadikanlah negeri akhirat sebagai negeri yang akan kalian panen. Dan demi Allah, kalian pasti akan memanennya. Yaitu dia akan menjadi negerinya seluruh manusia.

Tidak ada seorangpun dari manusia yang keluar saar safarnya kecuali di akan membuat persiapan. Maka barangsiapa yang dalam safarnya telah mempersiapkan dirinya maka dia akan berbahagia. Dan barangsiapa yang keluar safar namun tidak mempersiapkan dirinya untuk bersafar maka menyesallah dia. Apabila sudah datang waktu pagi telah sirna dia tidak akan bisa berteduh, dan apabila kehausan dia tidak bisa mendapatkan minuman.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya perjalanan (safar) dunia itu pasti akan ada akhirnya. Dan orang yang bijak adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk perjalanan panjang yang tiada akhir”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 4/151.

Mumpung masih ada kesempatan, persiapkanlah bekal untuk perjalanan panjang di akhirat.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button