Salaf dan Ketakutan Mereka Terhadap Allah dan Cara Mendekatkan Dirinya Bag.3

Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, selain beliau seorang sahabat, beliau juga seorang penyampai hadits. Sudah berapa hadits yang beliau sampaikan kepada umat Islam. Sehingga jasanya beliau terhadap Islam sangat luar biasa. Walau begitu sepeninggalnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam beliau selalu menangis terus menerus hingga usai perang Yamamah.

Hal itu disebabkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda kepada beberapa sahabat yang sedang berkumpul bahwa di antara yang hadir itu kelak ada yang gerahamnya besar dan berada di bawah neraka Jahannam.

Sontak dari sabda Rasulullah sahalallahu ‘alaihi wa salam inilah yang memantik Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu selalu menangis. Dalam hatinya selalu bertanya-tanya, “Siapakah salah satu dari kami yang gerahamnya bakal di neraka Jahannam?”.

Ya, setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam meninggal dunia, ternyata hanya tinggal dua orang saja yang tersisa yang hidup dari sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tentang gerahamnya akan berada di dasar neraka Jahannam tersebut. 

abu hurairoh

Maka hari-hari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu benar-benar diisi oleh linangan air mata. Baginya, bayangan neraka Jahannam memang seakan benar-benar berada di lubuk matanya. 

Ya, inilah iman! Dan inilah bentuk dari tauhid uluhiyah! 

Betapa tidak?

Beliau benar-benar hidupnya seakan selalu terusik tentang geraham yang akan berada di dasar neraka Jahannam itu.

Dan ketika terdengar kabar tentang Rajjal bin Unfuwah yang bergabung bersama nabi palsu, Musailamah Al Kadzdzaab, maka hati Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu saat itu seakan terguyur salju. Sejuk sekali! Dan sejak saat itu Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu mulai bisa tersenyum. 

Dan ketika terdengar kabar tentang terbunuhnya Rajjal bin Unfuwah di medan laga karena dia membela sang nabi palsu, Musailamah Al Kadzdzaab, maka hati Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu semakin bergemuruh kegembiraannya. Sungguh kegembiraannya benar-benar membuncah. Sebab ternyata bukan beliau yang kelak gerahamnya berada di dasar neraka Jahannam itu.

Sebelum meninggal dunia beliau memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga sekali. Yakni beliau mengingatkan tentang perjalanan yang akan dilalui oleh setiap manusia kelak. 

Dalam kitab Shiffatush Shafwah 1/694, disebutkan bahwa Abu Hurairah radliyallahu a’nhu menangis ketika menjelang ajalnya. Maka ada yang bertanya kepada beliau, “Hal apakah yang membuatmu menangis?”.

Beliau menjawab, “Aku menangis bukan disebabkan (harta dan kemegahan) dunia kalian (yang akan ku tinggalkan) ini. Namun aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui (menuju negeri akhirat), sedangkan bekal amalku sangat sedikit. Sementara bisa jadi sebentar lagi aku harus menjadi jalan ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button