Salaf dan Ketakutan Mereka Terhadap Allah dan Cara Mendekatkan Dirinya Bag.2

Abu Ubaidah bin Jarrah radliyallahu ‘anhu adalah sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Selain beliau sudah mendapatkan jaminan masuk surga, oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga disebut sebagai ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA DI KALANGAN UMAT.

Subhaanallah! Sungguh julukan yang tentu tidak diberikan hanya sekedarnya saja, melainkan beliau sudah melalui etape penyeleksian yang cukup ketat tentunya. Sebab semua sahabat adalah mulia dan masing-masing dari mereka memiliki kelebihan. 

Setidaknya Allah Ta’ala telah memujinya dengan menurunkan ayat khusus untuk beliau namun sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia; terutama ketika harus memilih antara cinta keluarga (ayah) ataukah Allah Ta’ala. Firman Allah Ta’ala:

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah Allah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. Qs. Al Mujaadilah 22.

jaminan masuk surga

Tapi begitulah sahabat, meski mereka sudah dijamin masuk surga, mereka juga tetap takut terhadap Allah dan siksa-Nya. Dan bahkan mereka juga selalu memberikan nasehat atau wasiat kepada keluarga dan para murid lainnya agar dalam hidupnya lebih mementingkan kehidupan akhirat. Maknanya agar generasi penerus/berikutnya tidak silau dengan dunia dan lupa akhirat. 

Sebagaimana yang termaktub dalam kitab SIYARU A’LAAMIN NUBALAA 1/18, disebutkan, dari Al Fasawi; kami dapat berita dari Abul Yaman, dari Huzair bin Utsman, dari Abil Hasan Imran, bahwa Abu Ubaidah ketika menginspeksi pasukan, beliau memberi nasehat, “Ketahuilah, begitu banyak orang yang memutihkan bajunya, namun mengotori agamanya. Ketahuilah, berapa banyak orang yang ingin memuliakan dirinya, padahal dia justru menghinakannya. Ketahuilah, bersegeralah menggantikan keburukan di masa lalu dengan berbagai kebaikan yang baru. 

Jikalau salah seorang di antara kamu melakukan kesalahan sepenuh di antara langit dan bumi, kemudian dia melakukan amal kebaikan, niscaya kebaikannya akan berada di atas kesalahannya, sehingga di akan mengalahkannya”. 

Subhaanallah! Padahal yang beliau pimpin ini adalah pasukan andalan Islam yang selalu mampu menaklukkan musuh, tetapi tetap saja beliau memberikan nasehat agar pasukannya lebih takut kepada Allah karena dosa-dosanya.

Dengan begitu diharapkan pasukan Islam tidak melakukan dosa ketika dalam peperangan dn di luar peperangan.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button