Sungguh orang-orang tua dahulu ketika memberikan suatu pernyataan agar seseorang mau mengkaca diri dan tidak sombong adalah dengan kata-kata, ‘cobalah lihat tengkukmu sendiri’.
Dan inilah salah satu yang sering para salafush shalih lakukan terhadap dirinya sendiri, sebagaimana perkata Fudhail bin ‘Iyadh dan imam Adz Dzahabi berikut ini:
Fudhail bin ‘Iyadh bersyair, “Wahai (orang) miskin. Engkau kejam tetapi engkau merasa bahwa dirimu adalah orang yang penolong. Engkau itu bodoh tetapi engkau beranggapan bahwa dirimu orang yang pandai, engkau adalah seorang yang bakhil tetapi engkau beranggapan bahwa dirimu dermawan, sebenarnya engkau konyol tetapi engkau kira dirimu orang yang bijaksana dan sesungguhnya waktumu itu pendek tetapi anganmu terlalu panjang”.

Saya katakan (yakni imam Dzahabi), “Demi Allah, engkau dhalim tetapi engkau menganggap dirimu orang yang terdhalimi, engkau pemakan makanan yang haram tetapi engkau anggap dirimu wara’ (meninggalkan kehidupan dunia), engkau itu fasik tetapi engkau anggap dirimu orang yang adil dan engkau menuntut ilmu untuk mencari dunia tetapi engkau anggap dirimu menuntut ilmu karena Allah”. Terdapat pada SIYAARU A’LAAMIN NUBALAA’ 8/440.
Para salafush shalih lebih sering melihat diri sendiri dibandingkan dengan memandang orang lain, atau yang sering disebut dengan muhasabah. Mereka lebih senang ‘menghisap’ dirinya sendiri daripada ‘menghisap’ orang lain. Mereka lebih senang mengkoreksi dirinya sendiri telebih dahulu sebelum mengkoreksi orang lain.
Karena hal seperti ini adalah bagian dari akhlak dan adab.
Sebab jika sukanya mengkoreksi orang lain maka yang ada adalah saling menyalahkan. Dan bila budaya saling menyalahkan sudah menjadi tradisi pada suatu masyarakat maka yang terjadi berikutnya adalah ‘kesehatan dan moral’ masyarakat di sana tidak sehat.
Bukankah Lukmanul Hakim juga telah mewasiatkan kepada anak-anaknya?
وَلَا تُـصَعِّـرْ خَدَّكَ لِـلنَّـاسِ وَلَا تَـمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًـا، إِنَّ اللهَ لَا يُـحِبُّ كُـلَّ مُخْـتَـالٍ فَـخُوْرٍ. وَاقْـصِدْ فِى مَشْـيِـكَ وَاغْـضُـضْ مِن صَوْتِـكَ، إِنَّ أَنـكَـرَ الْأصْوَاتِ لَـصَوْتُ الْحَـمِيْـرِ.
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Qs. Lukman 18-19.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
