Salaf, Antara Akhlak dan Shiddiq Bag.16

Dewasa ini sering terlihat banyak orang yang membuat pernyataan-pernyataan yang kebanyakan (baik di medsos-medsos sendiri ataupun di media massa umum) pernyataannya terasa garing alias kering. Bahkan ada yang justru terlihat provokatif. 

Padahal orang-orang terdahulu sering pernyataan-pernyataannya didengarkan oleh banyak pihak dan bahkan bisa sampai turun menurun ke beberapa generasi. Bahkan juga ada yang dijadikan sebagai panutan ucapannya.

Kenapa bisa seperti demikian?

Setidaknya Abdullah bin Mubarak telah memberikan jawabannya atas pertanyaan di atas;

Dari Abdullah bin Mubarak, dia berkata, ‘Ada seseorang bertanya kepada Hamdun bin Ahmad rahimahullah, “Mengapa ucapan-ucapan ulama salafush shalih lebih bermanfaat darripada ucapan kita?”.

Beliau menjawab, “Sebabnya, karena (niat dan tujuan) mereka berkata adalah demi mewujudkan kemuliaan Islam, keselamatan jiwa mereka dan meraih keridhaan Allah Ta’ala Yang Maha Pengasih.

Sedangkan (niat dan tujuan) kita berbicara adalah demi mewujudkan kemuliaan diri kita sendiri, mencari kepentingan dunia, dan demi meraih keridhaan manusia”. Lihat kitab SHIFFATUSH SHAFWAH, karya Ibnul Jauzi 4/122.

perkataan para salafus sholih

Ya, karena dari tulusan dan kebersihan hati seseorang ketika dia berucap maka saat itulah ucapannya benar-benar mengena dan mampu menancap sampai ke lubuk hati orang yang mendengarnya. 

Lihat saja bagaiamana seorang Lukmanul Hakim. Beliau bukan seorang nabi dan juga bukan seorang rasul, tetapi karena keikhlasannya serta hidup dan matinya memang dipersembahkan hanya untuk Allah saja. Sehingga ucapan-ucapan yang keluar dari lisannya pun sangat berharga. Dan bahkan Allah abadikan dalam Al Qur’an.

Dan (ingatlah) ketika Lukan berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedhaliman yang besar”. Qs. Lukman 13.

(Lukman berkata), “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Qs. Lukman 16.

“Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. Qs. Lukman 17-19.

Jadi bila ingin perkataan seseorang menjadi ‘terasa’ hendaklah berbicara karena Allah dan hanya mencari ridha-Nya saja, jangan yang lain.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button