Ini masih berkisah tentang akhlaknya para salafush shalih, terutama sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Adapun uswah pada edisi kali ini adalah sahabat Abdullah bin Amr bin Hiram. Beliau adalah ayah dari Jabir bin Abdillah, juga seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Abdullah meninggal dalam keadaan syahid di perang Uhud. Dan setelah puluhan tahun dimakamkan, jasadnya masih utuh dan bahkan mengeluarkan darah layaknya orang yang baru saja meninggal dunia.
Kisah tentang jasad Abdullah bin Amr bin Hiram yang masih utuh ini menjadi salah satu kisah terkenal. Peristiwa ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Allah Ta’ala bekuasa atas segala sesuatu dengan kehendak-Nya.
Imam Bukhari berkata, “Kami mendengar cerita dari Ali bin Abdullah, dari Sufyan, dari Ibnul Munkadir, dia berkata, “Aku pernah mendengar Jabir bin Abdullah radlliyallahu ‘anhuma bercerita, ‘Pada perang Uhud orang tuaku didatangkan dalam keadaan tertutup sekujur tubuhnya. Ternyata beliau telah terbunuh dalam keadaan yang sangat mengerikan. Ketika aku bermaksud membuka pakaiannya, orang-orang melarangku. Akhirnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri yang membukanya, atau beliau menyuruh untuk dibukakan.
Tiba-tiba saja beliau mendengar suara tangisan atau jeritan. Beliau bertanya, “Siapa itu?”.
Para sahabat menjawab, “Putri atau saudara perempuannya, Amr”.
Beliau bersabda, “ Mengapa dia menangis? Malaikat sekarang ini masih selalu menaungi Abdullah dengan sayap-sayapnya sampai dia diberangkatkan”.

Pada riwayat lain imam Bukhari berkata, “Bisyr bin Al Mufadhdhal bercerita kepada kami, dari Husain AL Mu’allim, dari Atha’, dari Jabir radliyallahu ‘anhu, dia berkata, “Menjelang perang Uhud, tengah malam ayahku memanggilku. Ia berkata, ‘Aku merasa diriku adalah orang pertama dari sahabat-sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang akan terbunuh. Bagiku, sepeninggalku nanti aku tidak akan membiarkan ada yang lebih mulia daripada kamu selain jiwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sesungguhnya aku masih punya tanggungan hutang. Oleh karena itu, bayarlah dan berilah wasiat yang baik kepada adik-adik perempuanmu’.
Esoknya ayahku ada orang yang pertama kali terbunuh. Ia dimakamkan bersama orang lain dalam satu kubur.
Karena merasa tenang, enam bulan kemudian aku membongkar kuburnya. Ternyata keadaannya masih seperti ketika ia diletakkan, kecuali bagian telinga saja yang rusak’.
Inilah akhlak salafuh shalih. Mereka tidak ingin lari dari masalah hutang. Lebih baik hutangnya dilunasi di dunia daripada di akhirat kelak hutangnya malah ditagih.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
